Breaking News:

Pembelajaran Tatap Muka

3.039 Sekolah Di DKI Sudah Menerapkan PTM

Sebanyak 3.039 sekolah di DKI telah menggelar kegiatan pembelajaran tatap muka (PTM)

TRIBUNJAKARTA.COM/NUR INDAH FARRAH AUDINA
Suasana PTM di SMAN MH Thamrin, Cipayung, Jakarta Timur, Rabu (1/9/2021) 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nur Indah Farrah Audina

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Sebanyak 3.039 sekolah di DKI telah menggelar kegiatan pembelajaran tatap muka (PTM) sejak Senin (4/10/2021) lalu.

Jumlah sekolah yang menggelar PTM di Ibu Kota terus bertambah dari yang awalnya 1509 sekolah, 

"Iya 3039 sekolah yang menggelar PTM. Jadi tanggal 4 Oktober 2021 kemarin penambahannya. Penambahannya sebanyak 1.530 sekolah," kata Kasubag Humas Disdik DKI Jakarta, Taga Radja kepada awak media, Jumat (8/10/2021).

Penambahan ini tak terlepas dari banyaknya assessment yang diajukan oleh sekolah yang belum menggelar PTM.

Meski asesmen diperketat, namun tak sedikit sekolah yang lolos dan bisa menggelar PTM dengan protokol kesehatan yang ketat.

"Jadi secara simultan ketika ptm berlangsung, sekolah yang belum PTM ikut pelatihan atau assessment. Assessment justru malah diketatin. Ini karena desakan orangtua, keinginan dari sekolah karena melihat kanan kiri udah pada buka. Kedua kebijakan Disdik DKI dengan timeline kita, ditargetkan setiap minggu ada penambahan," katanya.

Sebagai informasi, sebelumnya Pemprov DKI Jakarta mengawali PTM pada 1 Oktober 2021 lalu.

Baca juga: Terus Bertambah, Total 69 Siswa SMP Kota Tangerang Terpapar Covid-19 Sejak Penerapan PTM

"899 sekolah yang baru lulus seleksi kemarin sama 610 sekolah lainnya akan melaksanakan PTM mulai 1 Oktober," ucapnya, Senin (27/9/2021).

Tanggal 1 Oktober 2021 dipilih karena harus menunggu Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK).

Sejatinya, ANBK yang dilakukan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi hanya dilakukan untuk jenjang SMA.

Namun, sekolah tatap muka di tingkat PAUD hingga SMP juga terkena imbas dari kegiatan ANBK ini.

"Kami khawatir terjadi kerumunan, karena bisa jadi ada yang satu sekolah, ada yang sekolah dekat SMA, misalnya SD dekat SMA gitu, itu yang kami khawatir dan hati-hati terjadi kerumunan," ujarnya.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved