Breaking News:

Butuh Tokoh Nasional Tangguh, Alasan Sekjen Heikal Ingin Hibahkan Priboemi ke Moeldoko

Pernyataan Sekjen Partai Priboemi Heikal Safar yang ingin menghibahkan partainya kepada Moeldoko menjadi perbincangan. Ini alasannya.

ISTIMEWA
Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat Partai Priboemi (Sekjen DPP Partai Priboemi), Heikal Safar. Pernyataan Sekjen Partai Priboemi Heikal Safar yang ingin menghibahkan partainya kepada Moeldoko menjadi perbincangan. 

TRIBUNJAKARTA.COM - Pernyataan Sekjen Partai Priboemi Heikal Safar yang ingin menghibahkan partainya kepada Moeldoko menjadi perbincangan.

Heikal pun menjelaskan alasannya. 

Ia ingin menghibahkan partainya kepada Moeldoko lantaran melihat situasi kondisi pada kehidupan sebagian besar perekonomian rakyat di seluruh Indonesia masih sangat memprihatinkan.

Apalagi ditambah dengan adanya kisruh-kisrus yang terjadi di dalam perpolitikan nasional saat ini.

"Maka kisruh politik tersebut harus segera dihentikan, karena sangat berbahaya bisa membuat luka maupun penderitaan sebagian besar rakyat  miskin, serta berimbas pada setiap sendi-sendi sektor kehidupan ekonomi rakyat di seluruh Indonesia akan semakin sulit dan terjepit," ujar Heikal kepada wartawan, Jumat (8/10/2021).

Baca juga: Sekjen Heikal Safar Ingin Hibahkan Priboemi ke Moeldoko

Lebih lanjut, Heikal menegaskan dengan atas dasar alasan tersebut maka Partai Priboemi membutuhkan sosok tokoh-tokoh nasional yang tangguh seperti Moeldoko, Gatot Nurmantyo, Yusril Ihza Mahendra dan lainnya, untuk benar-benar melaksanakan UUD 1945.

Menurut Heikal, selain sebagai landasan konstitusional, UUD 1945 juga merupakan sumber hukum tertinggi di Indonesia.

Maka dari itu, perannya sangat dibutuhkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. 

Baca juga: Sekjen Heikal Safar Datang Penuhi Undangan Gubernur Jabar, Ridwan Kamil: Sukses dan Maju Terus

Misalnya Pasal 31 UUD 1945 tentang hak warga negara atas pendidikan kewajiban warga negara untuk mengikuti pendidikan dasar.

Kemudian di Pasal 33 yang menjadi dasar sistem perekonomian nasional. Pasal ini berisikan landasan perekonomian serta pengelolaan sumber daya alam yang dimiliki negara Indonesia.

Heikal mengajak semua pihak untuk fokus pada urusan penanggulangan virus hingga mengangkat ekonomi rakyat.

“Tentunya bukan hanya virus pandemi Covid-19 saja, yang fokus diurusin terus-terusan, akan tetapi harus fokus juga pada virus kemiskinan rakyatnya saat ini," tegas Heikal.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved