Cerita Kriminal

Perkara Asmara, Rudiharto Aniaya Ayah Pria Pembawa Kabur Istrinya Selama 3 Bulan

Perkara asmara memicu Rudiharto menganiaya Umar di kawasan Jalan Hokky, Kelurahan Lorok Pakjo, Kecamatan Ilir Barat I Palembang, Senin (20/9/2021).

freepik.com
Ilustrasi penusukan. Perkara asmara memicu Rudiharto menganiaya Umar di kawasan Jalan Hokky, Kelurahan Lorok Pakjo, Kecamatan Ilir Barat I Palembang, Senin (20/9/2021). 

Terbukti, saat diingatkan tukang ojek untuk tidak berbuat onar, malah si pemberi peringatan itu jadi korban kebrutalannya.

"Nggak bisa diingatkan, kalau diingatkan malah nantang berkelahi. Jadi orang-orang kalau dia datang milih menghindar," aku dia.

"Saya tahu orang kalau mabuk itu seperti apa, tapi nggak ada yang se rese dia," imbuhnya.

Tak berhenti disitu, si ED juga sering kali meminta rokok dan menyuruh orang-orang untuk membelikan miras.

Jika menolak, kata SR, bisa menjadi sasaran kebringasan si ED, bisa dipukul maupun diancam menggunakan pisau yang selalu dibawanya.

Parahnya ada satu pedagang kopi yang sampai tak berani berjualan karena ulah ED.

"Kasian itu penjual kopi saset disana, sudah kopi sembilan gelas tak dibayar, masih minta dibelikan bensin dan rokok. Kalau tak mau, lapaknya akan obrak-abrik," terangnya.

Saat keinginan dituruti pun tak serta merta membuat ED puas dan berhenti berulah, pasti ada saja ulah yang dilakukannya.

Sampai-sampai, menurut keterangan SR, preman itu jadi target operasi (TO) tim harimau.

"Pas jadi TO Tim Harimau ya hampir tiga bulan tak pernah kesini, baru kemarin muncul lagi dan kejadian itu," tandasnya.

Baca juga: Hidup Sehari-hari Pakai Duit Sahabat Rp 970 Juta, Pengacara Aniaya Korban Biar Utangnya Tak Ditagih

Sempat Dipukuli

Pelaku penusukan pria paru baya yang berinisial B (61) tukang ojek di sekitar Pasar Ngadirojo ternyata sempat dimassa orang pasar.

Dia adalah ED (36) asal Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah yang kini berdomisili di Desa Mlokomanis Wetan, Kecamatan Ngadirojo tega melakukan perbuatan keji itu.

Diketahui motif ED menganiaya B adalah lantaran tak terima karena ditegur korban untuk tidak memalak pedagang disana.

Halaman
1234
Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved