Pelaku Penyerangan Pelajar di Kota Bogor Terus Menunduk, Bima Arya Gemas: Kamu Bisa Dihukum Mati!

Sosok RA (18), pelaku penyerangan terhadap pelajar RM (18) dengan menggunakan senjata tajam hingga meregang nyawa terus menunduk.

Penulis: Kurniawati Hasjanah | Editor: Yogi Jakarta
Istimewa/Pemkot Bogor
Wali Kota Bogor, Bima Arya menemui RA (18), pelaku penyerangan terhadap pelajar RM (18) dengan menggunakan senjata tajam hingga meregang nyawa. 

TRIBUNJAKARTA.COM - Sosok RA (18), pelaku penyerangan terhadap pelajar RM (18) dengan menggunakan senjata tajam hingga meregang nyawa terus menunduk saat dikunjungi Wali Kota Bogor, Bima Arya.

Bima Arya diketahui mendatangi Mapolresta Bogor Kota pada Jumat sore (8/10).

Mulanya, RA dengan mengenakan rompi tahanan digiring penyidik menuju ruang Command Center Polresta Bogor Kota.

Di tempat itu, sudah ada Bima Arya didampingi Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro.

Saat itu Bima Arya tampak mencecar pertanyaan kepada pelaku penyerangan pelajar tersebut.

Namun demikian, pelaku terus menunduk dan enggan melihat ke arah Bima Arya.

Baca juga: Petinju DKI Kena Pukul di Luar Ring Saat Ricuh di PON Papua, Ini Kata Wagub Ariza

Melihat gaya pelaku tersebut, Bima Arya bahkan dibuat gemas hingga menarik rambut pelaku agar menatap wajahnya.

Bima Arya tampak geram ketika RA menjelaskan bagaimana ia melukai korban RMP dengan celurit yang disiapkan.

"Kamu tahu enggak, bila menghilangkan nyawa orang hukumannya apa? Tahu enggak kamu," ujar Bima Arya.

Tetapi, RA tak langsung memberikan jawaban dan hanya tertunduk menyembunyikan wajahnya.

Baca juga: Suasana Haru Baim Wong Azankan Anak Kedua, Dokter: Menggetarkan yang Menyaksikan

"Kamu tuh bisa mendapatkan hukuman mati. Hukuman mati karena kamu telah merencanakan pembunuhan," papar Bima Arya.

Kemudian, Bima Arya tampak menemui pelaku kedua ML (17) yang masih di bawah umur.

Wali Kota Bogor, Bima Arya
Wali Kota Bogor, Bima Arya (Istimewa/Pemkot Bogor)

Di dalam ruangan penyidikan Bima bertemu perwakilan keluarga.

Bima Arya mengaku tak habis pikir, bila anak masih berusia belasan mampu berbuat kriminal hingga nekad menghabisi nyawa orang.

Baca juga: Gaya Unik Raja Saat Sambut Jamaah, Anak Pemilik Masjid di Subang yang Tetap Rendah Hati

Dalam keteranganya, Bima mengaku sudah berkoordinasi dengan seluruh pihak dan menjadi atensi bersama.

"Kita tidak ingin ada ekses dari kejadian ini dan saya kita harus diputus ya, sehingga tidak ada hal-hal yang berlanjut," terang Bima Arya.

Bima Arya berharap agar pelaku dihukum maksimal supaya ada efek jera dan menjadi pembelajaran untuk pelajar lainnya.

“Yang terpenting adalah efek jera secara individu. Itu yang saya maksud hukum harus ditegakkan. Tidak boleh ada yang lolos, tidak boleh ada pembiaran."

"Apalagi kalau sudah cukup umur untuk diproses secara hukum, maka akan dikenakan sesuai hukum yang berlaku. Ancaman bisa hukuman mati kalau bisa dibuktikan berencana membunuh," jelas Bima Arya.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved