Breaking News:

Cerita Kriminal

Polisi Tetapkan Dua Tersangka Baru Kasus Penyekapan Pengusaha di Hotel Kawasan Margonda Depok

Diwartakan sebelumnya, AH yang juga disekap bersama dengan istrinya setelah dituduh menggelapkan uang perusahaan hingga puluhan miliar rupiah.

Penulis: Dwi Putra Kesuma | Editor: Elga H Putra
TribunJakarta.com/Dwi Putra Kesuma
Kasat Reskrim Polres Metro Depok, AKBP Yogen Heroes Baruno, saat dijumpai wartawan di Mapolrestro Depok. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dwi Putra Kesuma

TRIBUNJAKARTA.COM, PANCORAN MAS – Polisi menetapkan dua tersangka baru dari kasus penyekapan yang dialami oleh seorang pengusaha berinisial AH di sebuah hotel bilangan Margonda, Kota Depok, beberapa waktu lalu.

Diwartakan sebelumnya, AH yang juga disekap bersama dengan istrinya setelah dituduh menggelapkan uang perusahaan hingga puluhan miliar rupiah.

Kasat Reskrim Polres Metro Depok, AKBP Yogen Heroes Baruno, mengatakan, total hingga saat ini sudah ada empat orang yang ditetapkan tersangka dari kasus penyekapan tersebut.

“Pertama dua, kemudian kemarin dua lagi (ditetapkan tersangka). Peran mereka sama ya menjaga korban saat disekap di kamar hotel,” ujar Yogen saat dikonfirmasi wartawan, Sabtu (9/10/2021).

Lanjut Yogen, meski telah ditetapkan sebagai tersangka, namun pihaknya tidak melakukan penahanan terhadap keempat orang tersebut.

Baca juga: Raja Tak Ingin Disebut Orang Kaya, Alasannya Buat Irfan Hakim Hela Nafas: Standar Kaya Itu Apa?

“Tidak ditahan, mereka kooperatif datang kemudian menggunakan pengacara juga mereka datang, wajib lapor,” jelasnya.

Yogen berujar, pihaknya masih mencari dalang utama penyekapan yang membuat korbannya trauma berkepanjangan ini.

“Kita masih cari pelaku utama,” bebernya singkat.

Untuk informasi, korban disekap olah sekiranya tujuh pelaku, yang mana dua di antaranya telah berhasil diamankan lebih dulu.

Baca juga: Perjuangan Chicco Jerikho Dirawat di Rumah Sakit dan Sempat Kritis, Dokter Kaget Lihat Kondisinya

Penyekapan tersebut berlangsung selama tiga hari sejak Rabu (25/8/2021) hingga Jumat (27/8/2021) silam.

Meski tak mendapatkan kekerasan fisik, namun kebebasan korban untuk beraktivitas terhambat dan tidak boleh keluar dalam kamar tersebut.

Diduga, persoalan penggelapan uang perusahaan yang dilakukan oleh korban menjadi pemicu penyekapan ini.

Korban berhasil lolos dari penyekapan setelah melihat celah dan keluar dari dalam kamar.

Saat berhasil keluar, korban pun langsung melapor ke pihak keamanan hotel dan diteruskan ke pihak kepolisian yang tak berselang lama langsung tiba di lokasi kejadian.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved