Saluran Air di Rorotan Penuh Sampah dan Material Sisa Bangunan Dibersihkan, Ini yang Dikhawatirkan

Ketika penutup saluran beton berhasil terbuka, di dalam saluran Jalan Malaka I itu memang banyak ditemui sampah plastik dan sisa-sisa kayu.

Dok. Kelurahan Rorotan
Petugas PPSU membersihkan saluran air yang mampet di wilayah Kelurahan Rorotan, Cilincing, Jakarta Utara, Sabtu (9/10/2021). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Gerald Leonardo Agustino

TRIBUNJAKARTA.COM, CILINCING - Beberapa titik saluran air di wilayah Kelurahan Rorotan, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara, dibersihkan petugas pada Sabtu (9/10/2021), sebagai persiapan menghadapi musim hujan.

Pembersihan yang melibatkan petugas PPSU ini dilakukan mengingat saluran air itu penuh sampah hinga material sisa bangunan hingga mampet.

Lurah Rorotan Idham Mugabe mengatakan, kegiatan pembersihan saluran air ini menindaklanjuti laporan masyarakat melalui aplikasi JAKI.

"Awalnya kita menerima laporan dari masyarakat melalui kanal JAKI ya. Kemudian ditindaklanjuti oleh petugas, peninjauan ke lapangan," kata Idham saat dikonfirmasi TribunJakarta.com.

Baca juga: Hadapi Musim Hujan, Pemprov DKI Jakarta Siagakan 764 Pompa Mobile dan Stasioner

Salah satu saluran yang menjadi sasaran petugas ialah saluran di Jalan Malaka I, RW 05 Kelurahan Rorotan.

Pada saluran air itu, kata Idham, awalnya sampah belum sebanyak sekarang.

Seiring waktu berjalan, warga mulai membangun rumah hingga tempat usaha sehingga sampah pun mulai menumpuk.

Baca juga: Sempat Disidak Presiden Jokowi, Ini Persiapan Rumah Pompa Waduk Pluit Hadapi Musim Hujan

Tidak terkecuali kayu-kayu bekas pembangunan rumah maupun kios yang memenuhi saluran dan membuatnya mampet.

"Sehingga bekas coran di bawah itu, triplek-triplek, kayu-kayu itu nggak diangkat lagi. Sampahnya nyangkut di situ semua dan kondisi saluran tertutup," kata Idham.

Menindaklanjuti laporan warga, petugas PPSU Kelurahan Rorotan didampingi Satpol PP langsung melakukan penanganan.

Baca juga: 79 Rumah Tidak Layak Huni di Cimanggis Depok Bakal Diperbaiki, Satu Orang Terima Rp 23 Juta

Petugas sampai harus menjebol tutup beton saluran tersebut menggunakan alat.

Ketika penutup saluran beton berhasil terbuka, di dalam saluran Jalan Malaka I itu memang banyak ditemui sampah plastik dan sisa-sisa kayu.

Penanganan terhadap saluran tersebut mesti dilakukan untuk menghindari terjadinya genangan apabila hujan deras mengguyur.

"Kita lihat aliran air itu stuck (macet), dia tidak mengalir, sehingga di saluran itu tinggi tapi nggak turun ke jalan," kata Idham.

"Cuma kalau nanti hujan deras, dikhawatirkan terjadi genangan. Jadi kalau kering saja air sudah penuh, bagaimana nanti kalau hujan deras," tutup dia.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved