Breaking News:

Antisipasi Virus Corona di Bekasi

Kadisdik Pastikan 95% Guru di Kota Bekasi Sudah Terima Vaksin Covid-19

Kadisdik Kota Bekasi Inayatullah memastikan sebanyak 95 persen guru di wilayahnya sudah terima vaksin Covid-19.

Istimewa/Humas Pemkot Bekasi
Vaksinasi guru di Kota Bekasi yang dilakukan Dinas Pendidikan setempat. Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bekasi Inayatullah memastikan sebanyak 95 persen guru di wilayahnya sudah terima vaksin Covid-19. 

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI SELATAN - Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bekasi Inayatullah memastikan sebanyak 95 persen guru di wilayahnya sudah terima vaksin Covid-19.

"Alhamdulillah berdasarkan data ada 95 persen guru dan tenaga pendidik di Kota Bekasi sudah tervaksin, sisanya adalah mereka yang komorbid," kata Inay, Minggu (10/10/2021).

Selain itu, pihaknya juga memastikan seluruh pegawai di lingkungan Disdik Kota Bekasi telah menerima vaksinasi Covid-19 untuk memastikan kesehatan dan kenyamanan insan pendidikan.

"Karena saat ini masih berjalan kegiatan PTM (Pembelajaran Tatap Muka) Terbatas, jadi program vaksin ini penting supaya melindungi siswa dan semua insan pendidikan," terangnya.

Dia menambahkan, kegiatan PTM Terbatas di Kota Bekasi sejauh ini sudah berjalan sebanyak 611 Sekolah Dasar (SD) dan 139 Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Baca juga: Stok Vaksin di Kotanya Berlimpah, Wali Kota Bekasi Belum Mau Hibahkan ke Daerah Lain yang Kekurangan

Sekolah tersebut, kata Inay, sudah melalui serangkaian verifikasi dan evaluasi untuk menjalankan kegiatan PTM Terbatas di tengah situasi Covid-19.

"Ada 611 SMP dan 139 SMP, mereka semua sudah lolos verifikasi oleh tim penilai dari Disdik dan gabungan Dinkes serta insur kecamatan/kelurahan," jelasnya.

Baca juga: Meski Dikritik, Wali Kota Bekasi Tegaskan Gagasan Vaksin Booster Dosis Ketiga untuk Guru Tetap Jalan

Secara berkala, sekolah yang telah menjalankan PTM Terbatas tetap dipantau. Mereka juga wajib membuat laporan dan berkoordinasi dengan empat pilar kecamatan/kelurahan, polsek dan puskemas setempat.

"Kami melakukan evaluasi berjenjang dan pengawasan sangat ketat, sekolah wajib membuat laporan yang diserahkan kepada tim pengawas," terang dia.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved