Breaking News:

Proyek Pengendalian Banjir di Kota Bekasi Terhambat Penanganan Covid-19

Kepala Dinas BMSDA Kota Bekasi Arief Maulana mengatakan, pandemi Covid-19 berdampak pada proyek pengendalian banjir.

Yusuf Bachtiar/ Tribun Jakarta
Busa Putih memenuhi aliran Kali Bekasi akibat pencemaran limbah, Senin (27/9/2021) kemarin. Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (BMSDA) Kota Bekasi Arief Maulana mengatakan, pandemi Covid-19 berdampak pada kegiatan pembangunan di wilayahnya termasuk proyek pengendalian banjir. 

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI SELATAN - Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (BMSDA) Kota Bekasi Arief Maulana mengatakan, pandemi Covid-19 berdampak pada kegiatan pembangunan di wilayahnya termasuk proyek pengendalian banjir.

Arief menjelaskan, pihaknya di masa pandemi Covid-19 tidak dapat mengusulkan kegiatan infrastruktur secara besar-besaran karena anggaran fokus terhadap pengendalian Covid-19.

"Karena mungkin situasi dan kondisi keuangan yang di prioritaskan adalah Covid," kata Arief kepada wartawan, Minggu (10/10/2021).

Semisal proyek pengendalian banjir di wilayah selatan Bekasi antara lain duplikasi crossing air tol ke Kali Bumi Satria Kencana (BSK).

Dalam proyek pengendalian banjir tersebut, perlu dibangun fasilitas tandon di beberapa titik, serta normalisasi aliran sungai agar mampu menampung lebih banyak debit air.

Baca juga: Dari 16 Titik, Kini Tersisa Satu Permukiman Rawan Banjir di Kelurahan Rorotan

Namun, seluruh kegiatan itu belum dapat dilakukan. Sehingga perlu dikerjakan secara bertahap karena proses usulan serta anggarannya tidak sedikit.

"Targetnya tu kita usulkan 2022-2023 itu sudah selesai namunkan kita belum bisa memastikan terkait anggaran yang masih mungkin pemerintah mengambil sikap apabila terjadi," paparnya.

Baca juga: Gelar Apel Akbar Jelang Musim Hujan, Satpol PP Jakarta Utara Sudah Siaga Banjir

Di sisa tahun anggaran 2021, BMSDA Kota Bekasi juga belum dapat mengusulkan kegiatan yang sifatnya besar karena refocusing anggaran masih berkutat pada penanganan Covid-19.

"Pekerjaanya yang minor dilakukan pemeliharaan penurapan ya dikerjakan selama satu bulan setengah, sehingga kita tidak bisa mengusulkan kebijakan yang sifatnya skala besar karena proses lelangnya aja sudah menghabiskan waktu," terang dia.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved