Breaking News:

Menanti Hasil Revitalisasi Taman Ismail Marzuki, Oase Baru di Tengah Padatnya Aktivitas Jalan Cikini

Lokasinya yang strategis dekat dengan pusat kota Jakarta, menjadikan kawasan Cikini sebagai salah satu jalan yang cukup sibuk setiap harinya.

Penulis: Pebby Ade Liana | Editor: Elga H Putra
TribunJakarta.com/Pebby Ade Liana
 Suasana Taman Ismail Marzuki yang masih dalam pengerjaan revitalisasi, Senin (11/10/2021). 

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Pebby Adhe Liana

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - "Di Jalan Cikini Raya itu, kalau kita ingat di sana daerahnya padat. Saya ingin, orang pas sampai di TIM merasa ada sebuah oase. Dari yang padat, tiba-tiba plong, ada sesuatu yang hijau gitu," kata Andra Matin, seorang arsitek proyek revitalisasi Taman Ismail Marzuki, Senin (11/10/2021).

Melintas di sepanjang Jalan Cikini Jakarta Pusat, mudah sekali menjumpai deretan pertokoan, pedagang, sampai dengan sejumlah penginapan.

Lokasinya yang strategis dekat dengan pusat kota Jakarta, menjadikan kawasan Cikini sebagai salah satu jalan yang cukup sibuk setiap harinya.

Banyak warga perkantoran, kaum muda, hingga masyarakat umum lalu lalang melintasi sekitaran Jalan Cikini setiap hari.

Hadirnya wajah baru Taman Ismail Marzuki, diharapkan bisa menjadi sebuah oase baru si tengah padatnya aktivitas di kawasan Jalan Cikini tersebut.

Baca juga: Rencana Cikini Jadi Lokasi Urban Tourism, Pemkot Jakarta Pusat Bakal Kaji Lokasi UMKM di Sekitar TIM

Menurut Andra, wajah baru TIM nantinya tak hanya sekedar jadi lebih modern dan kekinian saja.

Akan tetapi, wajah baru Taman Ismail Marzuki juga mempertimbangkan aspek ruang terbuka publik.

Tak hanya menjadi pusat kebudayaan, kesenian, dan juga edukasi, akan tetapi, TIM juga diharapkam bisa menjadi sebuah ruang terbuka bagi masyarakat di Jakarta.

 Suasana Taman Ismail Marzuki yang masih dalam pengerjaan revitalisasi, Senin (11/10/2021).
 Suasana Taman Ismail Marzuki yang masih dalam pengerjaan revitalisasi, Senin (11/10/2021). (TribunJakarta.com/Pebby Ade Liana)

"Saya pengen, Taman Ismail Marzuki itu memang seperti taman. Zaman dulu, jalau kita masuk TIM saya gak merasa kayak di taman. Rasanya lebih  kayak masuk ke taman mobil. Karena mobil (parkir) semuanya. Nah yang sekarang, pengennya lebih banyak hijaunya, lebih banyak resapannya buat Jakarta," kata Andra.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved