Breaking News:

Wali Kota Bekasi Berencana Hibahkan Stok Vaksin Hampir Kedaluwarsa ke Daerah di Jabar

Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi berencana memberikan ratusan ribu stok vaksin yang hampir mendekati tanggal kedaluwarsa ke daerah lain di Jawa Barat.

TribunJakarta.com/Yusuf Bachtiar
Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi di Stadion Patriot Candrabhaga Kota Bekasi, Senin (11/10/2021). 

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI SELATAN - Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi berencana memberikan ratusan ribu stok vaksin Covid-19 yang hampir mendekati tanggal kedaluwarsa ke daerah lain di Provinsi Jawa Barat.

Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi mengatakan, rencana memberikan stok vaksin dilakukan agar daerah yang membutuhkan dapat mepercepat program vaksinasi Covid-19.

"Ada vaksin yang mau expired (kedaluwarsa) kita akan limpahkan melalui pak Gubernur ke Kabupaten/Kota," kata Rahmat di Stadion Patriot, Senin (11/10/2021).

Dia menjelaskan, stok vaksin yang sudah mendekati kedaluwarsa bukan berarti tidak bisa digunakan.

Sebab, masa laik pakai bisa hingga Oktober atau November 2021 ini.

"Yang butuh yang merasa kesulitan, misalnya yang sudah mau expired November atau Oktober kita mau limpahkan," ucap Rahmat.

Baca juga: Stok Vaksin di Kotanya Berlimpah, Wali Kota Bekasi Belum Mau Hibahkan ke Daerah Lain yang Kekurangan

Stok vaksin di Kota Bekasi, lanjut dia, cukup berlimpah.

Terakhir pihaknya mendapat alokasi sebanyak 700 ribu dosis untuk mengejar target capaian vaksin.

Namun, hingga memasuki awal Oktober 2021 ini, stok vaksin masih cukup banyak sedangkan minat warga untuk vaksin mulai menurun.

"Kan kita vaksinnya banyak nih, kita dapet terus sementara yang kita cari sudah susah sekarang, sudah door to door," jelas dia.

Baca juga: Meski Dikritik, Wali Kota Bekasi Tegaskan Gagasan Vaksin Booster Dosis Ketiga untuk Guru Tetap Jalan

Untuk jenis vaksin yang mendekati kedaluwarsa, terdiri dari berbagai jenis dengan jumlah kurang lebih mencapai 185 ribu dosis.

"Hampir 185 ribu (mau kedaluwarsa), kurang lebih. Jenisnya ada beberapa ada Sinovac, Pfizer, AstraZeneca maupun Moderna," papar Rahmat.

Ilustrasi vaksin Covid-19
Ilustrasi vaksin Covid-19 (Freepik.com)

Vaksin yang mendekati kedaluwarsa ini lanjut dia, tetap dapat digunakan, daerah yang menerima nantinya harus segera menyuntikan sebelum masa berlaku berakhir.

"Pasti banyak (yang mau menerima vaksin), ya kan harus dikejar (segera disuntik) kan kadaluwarsa tidak kayak rumah makan padang, besok nggak dimakan basi, kalo vaksin kan enggak gitu," tuturnya.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved