Breaking News:

Info Kesehatan

Cara Deteksi Dini Preeklamsia Bagi Ibu Hamil, Cek Penjelasan Lengkap Dokter

Kesehatan kandungan ibu hamil menjadi hal yang perlu diperhatikan agar anak yang dilahirkan sehat.

Editor: Yogi Jakarta
Freepik.com
Ilustrasi 

TRIBUNJAKARTA.COM - Kesehatan kandungan ibu hamil menjadi hal yang perlu diperhatikan agar anak yang dilahirkan sehat.

Namun demikian, sering kali ibu hamil mengalami preeklamsia atau hipertensi.

Dokter Spesialis Kandungan RSIA Bunda, dr. Aditya Kusuma, SpOG memaparkan, preeklamsia kelainan kehamilan yang bisa membahayakan ibu hamil sekaligus janin dalam kandungannya.

"Komplikasi kehamilan ini biasanya muncul setelah usia kandungan menginjak 20 minggu," terang dr Aditya Kusuma dalam konferensi pers pada Selasa (12/10).

Baca juga: Daftar Aplikasi dan Media Sosial yang Tidak Bisa Diakses Menggunakan Kuota Kemendikbud, Apa Saja?

Kendati tidak terlalu umum, preeklamsia bisa dialami sekitar lima sampai delapan persen kehamilan.

"Beberapa resiko preeklamsia yakni persalinan prematur, kematian janin, berat badan lahir rendah, plasenta terlepas sebelum waktunya dan kejang," ujar dr Aditya Kusuma.

dr Aditya Kusuma menjelaskan, beberapa gejala preeklamsia yang bisa ibu hamil waspadai yakni sakit kepala, gangguan penglihaan, naiknya berat badan dengan cepat, protein pada urin, bengkak pada kaki dan tangan.

"Seluruh gejala tersebut patut diwaspadai namun harus ada deteksi dini juga yang dilakukan bersama tim medis," kata dr Aditya Kusuma.

Baca juga: Benarkah Meneteskan Jeruk Nipis Bisa Mengatasi Mata Minus? Hoaks atau Fakta, Simak Penjelasannya

Lebih lanjut, dr Aditya Kusuma menyatakan, preeklamsia saat ini dapat dideteksi lebih dini menggunakan biomarker sFlt-1 dan PIGF.

"Pemeriksaan USG belum cukup karena ada ibu hamil yang tak ada riwayat keluarga penyakit tersebut namun terkena juga," imbuh dr Aditya Kusuma.

dr Aditya Kusuma menegaskan, kisaran pemeriksaan bergantung pada usia kehamilan.

"Pemeriksaan cukup dilakukan dengan mengambil sampel darah. Trisemester 1 itu biasanya Rp900 ribu-an," tegas dr Aditya Kusuma.

Selain itu, dr Aditya Kusuma menyarankan agar ibu hamil tetap mengoptimalkan olahraga dan menjaga kesehatan.

"Olahraga, makan harus sehat dan menjaga jantung kita tetap sehat," imbuh dr Adiya Kusuma.

(tribunjakarta/ kurniawati hasjanah)

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved