Breaking News:

Antisipasi Penurunan Muka Tanah, Pemprov DKI Pastikan Tambah Cakupan Air Pipa

Pemprov DKI Jakarta menargetkan cakupan perpipaan di DKI akan 100 persen pada tahun 2023 mendatang.

Kompas/Priyombodo
Pekerja membangun tanggul laut di pesisir Muara Baru, Penjaringan, Jakarta Utara, Senin (30/11). Tanggul laut yang dibangun oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta itu untuk meminimalisir banjir rob yang terus meluas akibat penurunan muka tanah serta peningkatan muka air laut. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nur Indah Farrah Audina

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Wakil Gubernur DKI Ahmad Riza Patria memastikan Pemprov DKI Jakarta terus berupaya menambah cakupan pelayanan air perpipaan dan memberikan sanksi kepada pelaku usaha yang masih membandel.

Hal ini dilakukan guna mengantisipasi penurunan muka tanah akibat penggunaan air tanah berlebihan.

"Ya tentu ada sanksi ada aturannya Perda 10 Tahun 1998. Ada sanksi peringatan tertulis penghentian sementara atau penyegelan penyumbatan, termasuk juga sanksi denda sanksi pidana. Ada ya sanksi denda ini Rp50 juta ada sanksinya semua," katanya di Balai Kota, Selasa (12/10/2021) malam.

Dngan menggandeng Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) membangun sistem perpipaan air minum (SPAM) dari Waduk Karian hingga Jatiluhur, Pemprov DKI Jakarta menargetkan cakupan perpipaan di DKI akan 100 persen pada tahun 2023 mendatang.

Baca juga: Anak Buah Anies Prediksi Jakarta Utara Tenggelam pada 2050, Pemprov DKI Cari Solusi: Harus Berbuat

Selanjutnya, politisi Gerindra ini mengimbau para pelaku usaha di sektor besar seperti industri, hotel, mal hingga perkantoran untuk menggunakan PAM dan bukan air tanah.

"Perlu kami tegaskan Pemprov tidak pernah melarang warga Jakarta gunakan air tanah. Tapi, semua terkait air tanah sudah diatur peruntukkannya. Program-program yang kita rencanakan InsyaAllah nanti selesai dan diharapkan pada tahun 2030, 100 persen cakupan air di Jakarta bisa terpenuhi," jelasnya.

Baca juga: Larangan Penggunaan Air Tanah Karena Jakarta Terancam Tenggelam, Pemprov DKI: Tidak Pantas

Sebelumnya Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria telah meminta warga ibu kota menghemat penggunaan air tanah.

Sebab, penggunaan air tanah secara berlebihan bisa menyebabkan penurunan muka tanah.

"Sekalipun kita bukan di Timur Tengah, padang pasir yang sulit air, tapi tetap kita harus menjaga lingkungan kita. Salah satunya adalah memastikan kebutuhan air bersih, agar dihemat dijaga," ucapnya, Rabu (6/10/2021).

Halaman
123
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved