Covid-19 Melandai, Penumpang di Bandara Soekarno-Hatta Sangat Meroket Tembus 60 Ribu Sehari

Melandainya kasus Covid-19 di Indonesia berpengaruh pada meroketnya jumlah penumpang di Bandara Soekarno-Hatta.

Penulis: Ega Alfreda | Editor: Elga H Putra
TribunJakarta.com/Ega Alfreda
Senior Manager of Branch Communication and Legal Bandara Soekarno-Hatta, M Holik Muwardi saat ditemui di kantornya, Rabu (13/10/2021). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda

TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG - Melandainya kasus Covid-19 di Indonesia berpengaruh pada meroketnya jumlah penumpang di Bandara Soekarno-Hatta.

Sebab, PT Angkasa Pura II Kantor Cabang Utama (KCU) Bandara Soekarno-Hatta mencatat adanya lonjakan penumpang pada bulan Oktober 2021.

Senior Manager of Branch Communication and Legal Bandara Soekarno-Hatta, M Holik Muwardi menjelaskan, hingga saat ini rata-rata pergerakan penumpang mencapai 50 ribu pada hari biasa (weekday).

"Jadi di bulan ini Oktober kalau kita mengamati, untuk penumpang saat ini di  weekday umumnya ada di sekitar 40-50ribu penumpang perharinya," jelas Holik di kantornya, Rabu (13/9/2021).

Sementara, dirinya mengakui setiap akhir pekan atau weekend jumlah penumpang di bandar udara terbesar di Indonesia itu lebih banyak dari hari biasa.

Baca juga: 57 WNA Ditolak Masuk Indonesia Via Bandara Soekarno-Hatta di Oktober 2021, Mayoritas Asal Bangladesh

Pasalnya, setiap akhir pekan angka tertinggi bisa sampai 60 ribu penumpang.

"Weekend kalau kita amati itu sekitar 50-60 ribu penumpang perharinya. Tapi kembali, data itu fluktuatif," sambung Holik.

Begitu pun dengan jumlah penerbangan pesawat di Bandara Soekarno-Hatta yang mengalami lonjakan pada Oktober 2021.

Menurut Holik, pergerakan pesawat di Bandara Soekarno-Hatta perharinya mencapai 450-550 penerbangan.

Seperti diketahui, terpuruknya jumlah penumpang di Bandara Soekarno-Hatta terjadi pada awal Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat pada bulan Juli 2021.

Baca juga: Carut Marut Validasi Dokumen Pekerja Migran di Bandara Soekarno-Hatta, Harusnya Digital Jadi Manual

"Kalau di bulan Juli saat PPKM darurat itu penumpang 11-13ribu perhari, di bulan Oktober 50-60ribu," tutup Holik.

Meski begitu, Holik mengaku pihaknya semakin memperketat penerapan protokol kesehatan di bandara tersibuk se-Indonesia itu.

Sebab, semakin banyak penumpang di bandara, petugas di lapangan termasuk Satgas pencegahan Covid-19.

Mengingatkan kepada calon penumpang untuk tetap menerapkan protokol kesehatan.

Termasuk mempersiapkan syarat dokumen penerbangan sebelum penumpang diperbolehkan naik ke atas pesawat.

Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved