Breaking News:

Antisipasi Virus Corona di Depok

Kasus Covid-19 di Depok Terus Melandai, Tersisa 12 Pasien di RSUD Kota Depok

Perkembangan Covid-19 di Kota Depok terus melandai dan berangsur menurun. Kini tersisa 12 pasien yang menjalani perawatan di RSUD Kota Depok.

Tribunnews.com
RSUD Kota Depok. Perkembangan Covid-19 di Kota Depok terus melandai dan berangsur menurun. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dwi Putra Kesuma

TRIBUNJAKARTA.COM, PANCORAN MAS – Perkembangan Covid-19 di Kota Depok terus melandai dan berangsur menurun.

Kondisi ini juga berimbas pada tingkat keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate di sejumlah rumah sakit rujukan di kota berjargon ‘firendly city’ ini.

Di Rumah Sakit Umum Daerah Kota Depok, hanya terisi 12 dari total 132 bed yang tersedia untuk pasien Covid-19, yang mana artinya hanya 9,09 persen dari kapasitas maksimalnya.

“Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Depok per 12 Oktober 2021, dari total 132 bed yang disediakan untuk pasien Covid-19, hanya terisi sekitar 12 bed saja,” ujar Direktur Utama (Dirut) RSUD Kota Depok, Devi Maryori, dilansir dari situs resmi Pemerintah Kota Depok, Rabu (13/10/2021).

“Alhamdulillah itu karena jumlah pasien Covid-19 terus menurun setiap harinya,” sambungnya lagi.

Baca juga: Belum 70 Persen, Kalibaru Jadi Kelurahan dengan Capaian Vaksinasi Covid-19 Terendah di Jakarta Utara

Baca juga: Covid-19 Melandai, Penumpang di Bandara Soekarno-Hatta Sangat Meroket Tembus 60 Ribu Sehari

Dari 12 pasien Covid-19 yang dirawat, 10 di antaranya dirawat di lantai delapan, satu pasien di Ruang ICU, dan satu lagi menjalani perawatan di ruang bersalin.

Kemudian, ada delapan pasien lainnya yang belum bisa dipastikan apakah terpapar Covid-19 atau tidak, dan kini tengah menjalani perawatan di Ruang Unit Gawat Darurat (UGD).

“Mereka belum dapat ditetapkan sebagai pasien Covid-19 karena masih menunggu hasil penunjang lainnya,” bebernya.

“Pasien-pasien ini masih menunggu hasil swab PCR, laboratorium, rontgen. Dari hasil pemeriksaan ini akan dikonsultasikan ke dokter spesialis,” tambahnya.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved