Breaking News:

Tak Lagi Bisa Prediksi Lokasi Banjir, Kini 267 Kelurahan di Jakarta Punya Alat Ukur Curah Hujan

Meski tak merinci cara kerja alat ini, Anies hanya meminta keterlibatan semua pihak untuk saling berkolaborasi mengantisipasi banjir di Jakarta

Tribunews
Banjir di bundaran HI tahun 2013 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nur Indah Farrah Audina

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Seluruh kelurahan di Jakarta memiliki alat ukur curah hujan mulai tahun ini.

Perubahan iklim membuat Pemprov DKI tak lagi bisa memprediksi titik lokasi banjir disuatu wilayah.

Hujan ekstrem yang bisa sewaktu-waktu terjadi, kadang  membuat sistem drainase yang dimiliki Pemprov tak mampu menampung air hujan.

Solusinya, sebanyak 267 kelurahan di DKI tersedia alat ukur curah hujan.

"mulai tahun ini ada alat ukur di seluruh kelurahan 267 kelurahan kita punya alat ukur curah hujan. Semula kita hanya punya di bawah 10," ucap Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan setelah apel kesiapsiagaan menghadapi musim hujan tingkat Provinsi di Silang Monas, Jakarta Pusat, Rabu (13/10/2021).

Baca juga: Apel Siaga Musim Hujan, Anies Sebut Ada Tiga Ancaman Dihadapi Ibu Kota, Katanya Ini Solusinya

Apel kesiapsiagaan Pemprov DKI Jakarta menghadapi musim hujan di Silang Monas, Jakarta Pusat, Rabu (13/10/2021). Apel dipimpin Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.
Apel kesiapsiagaan Pemprov DKI Jakarta menghadapi musim hujan di Silang Monas, Jakarta Pusat, Rabu (13/10/2021). Apel dipimpin Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. (TribunJakarta.com/Nur Indah Farrah Audina)

Meski tak merinci cara kerja alat ini, Anies hanya meminta keterlibatan semua pihak untuk saling berkolaborasi mengantisipasi banjir di Jakarta saat musim hujan.

Pasalnya ada tiga ancaman yang dihadapi Ibu Kota selama musim penghujan yakni banjir ROB.

Baca juga: Usulan Interpelasi Formula E Buntu, PDIP: Akhiri di Paripurna Bukan Warung Kopi

Kemudian ancaman dari kawasan selatan pegunungan, air hujan yang dialirkan melalui 13 sungai yang masuk Jakarta. Terakhir, ancaman hujan lokal terjadi di Jakarta.

"Sehingga kita tahu persis pada saat ini kondisi hujan seperti apa ini dalam rangka mengantisipasi karena polanya tidak lagi sama. Kemudian soal di utara sudah disiapkan tempat-tempat yang biasa terjadi ROB, di sana ditambahkan ekstra pompa sehingga bila sampai terjadi ROB bisa disegerakan untuk ditarik dan itu biasa terjadi pada saat hari-hari bulan purnama di mana air laut meninggi," tandasnya.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved