Breaking News:

Tempat Hiburan Malam di Bekasi Sudah Diperbolehkan Beroperasi, Ini Syarat yang Harus Dipatuhi

Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi mengizinkan tempat hiburan malam (THM) kembali beroperasi.

Penulis: Yusuf Bachtiar | Editor: Elga H Putra
Tribunnews.com
Ilustrasi tempat hiburan malam. Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi mengizinkan tempat hiburan malam (THM) kembali beroperasi. 

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI SELATAN - Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi mengizinkan tempat hiburan malam (THM) kembali beroperasi.

Kebijakan ini dilakukan untuk peningkatan laju pertumbuhan ekonomi yang terdampak pandemi Covid-19.

Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi mengatakan, izin operasional tempat hiburan malam seperti diskotek, pub, karaoke dan sebagainya boleh buka dengan menerapkan protokol kesehatan (prokes) ketat.

"Kalau THM udah buka tapi secara bertahap, sampai jam 10 malam, yang penting pake prokes ketat," kata Rahmat, Rabu (13/10/2021).

Dia menerangkan, izin operasional THM dilakukan dengan pembatasan jam operasional serta pembatasan kapasitas tempat 20 hingga 50 persen.

Baca juga: Dihajar Pandemi Covid-19, Laju Pertumbuhan Ekonomi Kota Bekasi Baru 3,8 Persen

"Bertahap, kan kalau hiburan malam biasanya sampai am 2 (dini hari), sekarang sampe jam 10 (malam) dulu, tempatnya masih di batasi kada aturannya 20 persen, 50 persen," jelas dia.

Pihaknya lanjut Rahmat, akan memantau kegiatan usaha THM.

Jika pelaksanaannya ada yang tidak sesuai prokes, sanksi berjenjang akan diterapkan.

"Kalau ada yang ngelanggar engga pake prokes, itu bantu kita untuk terus memperbaiki, ya kalau disanksi terus kalau kondisi begitu tentu berat sekarang kita persuasif aja keberhasilan menekan pendemi tapi kita juga berikan (pelonggaran)," paparnya.

Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi di Stadion Patriot Candrabhaga Kota Bekasi, Selasa (28/9/2021).
Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi di Stadion Patriot Candrabhaga Kota Bekasi, Selasa (28/9/2021). (TribunJakarta.com/Yusuf Bachtiar)

Dia menambahkan, laju pertumbuhan ekonomi di Kota Bekasi saat ini baru mencapai 3,8 persen dari target 7 persen yang dicanangkan pemerintah pusat.

Kebijakan pelonggaran kegiatan usaha kata Rahmat, bertujuan untuk mendorong laju pertumbuhan ekonomi yang terdampak pandemi Covid-19.

"Artinya kan enggak ada kata lain laju pertumbuhan ekonomi mengikuti ekonomi harus jalan semua harus jalan," tegasnya.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved