Breaking News:

Tiga Tahun Dinodai, Alasan Gadis di Bekasi Takut Bercerita ke Orangtua

Nasib tragis dialami gadis berinisial KW (19) di Bekasi yang menjadi korban pencabulan sejak tiga tahun silam. Alasan korban tak berani melapor.

tribunlampung.co.id/dodi kurniawan
Ilustrasi Pelecehan Seksual. Nasib tragis dialami gadis berinisial KW (19) di Bekasi yang menjadi korban pencabulan sejak tiga tahun silam. 

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI SELATAN - Nasib tragis dialami gadis berinisial KW (19) di Bekasi yang menjadi korban pencabulan sejak tiga tahun silam.

Pelaku yakni pria berusia sekira 50 tahunan yang berstatus pegawai harian lepas salah satu pasar di Kota Bekasi.

Kuasa hukum korban, Nuralamsyah mengatakan kliennya selama ini takut untuk cerita ke siapapun karena sering diancam oleh pelaku.

"Dari pengakuan anak ini tidak berani melaporkan ke orangtuanya, alasannya pelaku selalu berbicara dengan kasar sehingga anak ini takut untuk melaporkan," kata Nuralamsyah, Rabu (13/10/2021).

Korban juga sering dikirim pesan singkat berisi kata-kata ancaman.

Baca juga: Tinggalkan Istri Siri, Akal Bulus Pemuda 19 Tahun Nodai Siswi Hingga Berbadan Dua

Hal ini membuat dia terpaksa menjadi budak nafsu pelaku selama kurang lebih tiga tahun.

"Korban takut, mulai dari voice note dan omongan pelaku kepada korban, jadi selama tiga tahun itu dia dalam tekanan," jelasnya.

Perbuatan asusila dilakukan pelaku berulang kali.

Bahkan korban juga pernah diajak ke lokasi kerja pelaku dan disetubuhi di sana.

Baca juga: Pria Ini Nekat Nodai Putrinya di Kandang Ayam, Terbongkar Setelah Korban Curhat ke Tetangga

"Tidak hanya di kantor (tempat kerja pelaku), terakhir dilakukan di losmen, korban dipaksa, biasanya dia dijemput sama pelaku," ucapnya.

Adapun sejak 2018 dugaan tindakan pencabulan dilakukan, korban baru memberanikan diri cerita ke orangtuanya periode September 2021 lalu.

Mendapatkan pengakuan dari anaknya, orangtua korban langsung berusaha mengklarifikasi bahkan sempat ingin melapor polisi.

Tetapi, pelaku kemudian berusaha memberikan intervensi agar masalah diselesaikan melalui jalur damai.

Bukannya damai, pelaku justru makin lari dari tanggung jawab. Kasus ini selanjutnya baru di laporkan ke polisi pada 6 Oktober 2021 kemarin.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved