Breaking News:

'Vonis Bebas Zaim Saidi Buktikan Pasar Muamalah dengan Alat Bayar Dinar Dirham Tak Langgar Hukum'

Erlangga berujar, putusan tersebut menjadi bukti Pasar Muamalah dengan alat bayar dinar dan dirham yang didirikan kliennya ini tidak melanggar hukum.

Instagram @zaim.saidi
Tim Bareskrim Polri menangkap Zaim Saidi (58 tahun) selaku pendiri Pasar Muamalah Depok pada Selasa (2/2/2021) malam. Dia ditangkap atas sangkaan pelanggaran penggunaan dinar dan dirham dalam transaksi jual beli di pasar tersebut. 

JPU sebelumnya menuntut Zaim Saidi dihukum satu tahun penjara karena dianggap terbukti melanggar Pasal 9 UU Nomor 1 tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP, atau Pasal 10 UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana juncto Pasal 55 Ayat (1) ke 1 KUHP.

Pasal 9 UU Nomor 1 Tahun 1946 berbunyi, "Barang siapa membikin benda semacam mata uang atau uang kertas dengan maksud untuk menjalankannya atau menyuruh menjalankannya sebagai alat pembayaran yang sah, dihukum dengan hukuman penjara setinggi-tingginya lima belas tahun."

Sementara, Pasal 10 UU Nomor 1 Tahun 1946 berbunyi, "Barang siapa dengan sengaja menjalankan sebagai alat pembayaran yang sah mata uang kertas, sedang ia sewaktu menerimanya mengetahui atau setidak-tidaknya patut dapat menduga bahwa benda-benda itu oleh pihak Pemerintah tidak diakui sebagai alat pembayaran yang sah, atau, dengan maksud untuk menjalankannya atau menyuruh menjalankannya sebagai alat pembayaran yang sah, menyediakannya atau memasukkannya ke dalam Indonesia, dihukum dengan hukuman penjara setinggi-tingginya lima belas tahun."

Atas vonis bebas Zaid Saidi ini, JPU menyatakan pikir-pikir untuk mengajukan banding atau tidak.

Adapun pihak Zaid Saidi menyatakan menerima putusan majelis hakim ini.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved