Breaking News:

4 Tahun Gubernur Anies

4 Tahun Jabat Gubernur DKI, Anies Baswedan Gelontorkan Puluhan Miliar Demi Percantik JPO Jakarta

Melihat kembali proyek pembangunan Anies Baswedan demi mempercantik DKI Jakarta. Gubernur DKI Jakarta gelontorkan uang puluhan miliar.

TribunJakarta.com/Muhammad Rizki Hidayat
Sejumlah proyek pembangunan selama empat tahun Anies Baswedan menjabat Gubernur DKI Jakarta, Kamis (14/10/2021). 

Sebelumnya, Pemprov DKI Jakarta bakal kembali menguji coba jalan lintas atas (flyover) tapal kuda di Lenteng Agung dan Tanjung Barat, Jakarta Selatan mulai 1 April 2021 mendatang.

Berbeda dibandingkan saat uji coba pertama pada 31 Januari hingga 2 Februari 2021 lalu, durasi uji coba kali ini lebih lama dibandingkan sebelumnya.

Dua flyover kebanggaan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan ini bakal diuji coba selama enam hari hingga 6 April 2021.

"Flyover Tanjung Barat dan Flyover Lenteng Agung Jakarta Selatan akan dilakukan kembali uji coba atau open traffic selama enam hari," tulis Anies dalam unggahan di akun instagram miliknya (@aniesbaswedan), Selasa (30/3/2021).

Sejumlah proyek pembangunan selama empat tahun Anies Baswedan menjabat Gubernur DKI Jakarta, Kamis (14/10/2021).
Sejumlah proyek pembangunan selama empat tahun Anies Baswedan menjabat Gubernur DKI Jakarta, Kamis (14/10/2021). (TribunJakarta.com/Muhammad Rizki Hidayat)

Selama masa uji coba, kedua flyover itu bakal dibuka mulai pukul 06.00 WIB hingga 22.00 WIB.

Kemudian, flyover Lenteng Agung dan Tanjung Barat bakal ditutup kembali setelah masa uji coba berakhir.

Evaluasi pun bakal dilakukan untuk mengetahui kekurangan yang harus segera dibenahi sebelum flyover itu benar-benar diresmikan.

"Setelah uji coba flyover akan ditutup kembali untuk dilakukan evaluasi dan penyelesaian konstruksi agar menambah keamanan dan kenyamanan kita semua," ujarnya.

Jika disaksikan langsung lokasi flyover Tapal Kuda tersebut, memang sukses mengurangi kemacetan.

Mahasiswa Kampus Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (IISIP) Jakarta pun akhirnya dapat menyeberang menggunakan JPO setelah beberapa tahun.

Sejumlah proyek pembangunan selama empat tahun Anies Baswedan menjabat Gubernur DKI Jakarta, Kamis (14/10/2021).
Sejumlah proyek pembangunan selama empat tahun Anies Baswedan menjabat Gubernur DKI Jakarta, Kamis (14/10/2021). (TribunJakarta.com/Muhammad Rizki Hidayat)

Sebabnya, mahasiswa IISIP sebelum ada JPO, harus bertaruh nyawa saat menyeberang dari arah Tanjung Barat menuju kampusnya.

Diketahui, flyover Tanjung Barat memiliki panjang mencapai 1.120 meter dengan rincian sisi selatan 470 meter dan sisi utara 580 meter.

Masing-masing sisi memiliki lebar delapan meter dan tinggi 6,5 meter.

Kemudian, flyover Lenteng Agung mempunyai panjang total 880 meter dengan rincian sisi barat 430 meter dan sisi timur 450 meter.

Belum Diresmikan Anies, Flyover Tapal Kuda Dibuka Permanen

Jalur lintas atas atau flyover tapal kuda di Tanjung Barat dan Lenteng Agung tak kunjung diresmikan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Walau belum diresmikan, dua flyover kebanggaan Anies itu sudah dibuka untuk umum.

Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta Jari Nugroho menjelaskan, pembukaan permanen dilakukan setelah uji coba tahap kedua pada 1 April hingga 6 April 2021 dinilai berjalan mulus.

"Pengoperasian flyover selanjutnya setelah uji coba tahap kedua, kedua flyover dibuka seterusnya untuk dilintasi oleh kendaraan, baik untuk putaran utara ke utara maupun putaran selatan ke selatan," ucapnya, Rabu (14/4/2021).

Hari mengakui, pengoperasian flyover, khususnya di Lenteng Agung belum berjalan maksimal lantaran kemacetan masih terjadi di kawasan itu.

Baca juga: 4 Tahun Anies Pimpin DKI: Buat Ikhtiar Birukan Langit Jakarta, Dianggap Bersalah Soal Polusi Udara

"Terutama di pagi hari pada area on ramp dari arah Depok menuju Pasar Minggu. Hal ini disebabkan oleh kurang disiplinnya pengendara berlalu lintas," ujarnya dalam keterangan tertulis.

Untuk mengatasi hal ini, Hari menyebut, pihaknya telah berkoordinasi dengan sejumlah pihak, seperti Dinas Perhubungan, kepolisian, hingga Wali Kota Depok.

"Agar lalu lintas yang melewati flyover bisa berjalan dengan lancar dan aman," kata Hari.

Selain itu, pengerjaan Jembatan Penyebaran Orang (JPO) di dua flyover tersebut masih terus dikebut Dinas Bina Marga.

Sejumlah proyek pembangunan selama empat tahun Anies Baswedan menjabat Gubernur DKI Jakarta, Kamis (14/10/2021).
Sejumlah proyek pembangunan selama empat tahun Anies Baswedan menjabat Gubernur DKI Jakarta, Kamis (14/10/2021). (TribunJakarta.com/Muhammad Rizki Hidayat)

Para pengendara pun diimbau untuk lebih berhati-hati dan memperhatikan rambu-rambu lalu lintas.

"Untuk itu diharapkan pada para pengguna jalan untuk mematuhi rambu-rambu lalu lintas yang ada demi keamanan dan kenyamanan bersama dalam berlalu lintas," tuturnya.

Untuk diketahui, Anies mengklaim flyover Tanjung Barat dan Lenteng Agung menjadi jalur lintas atas pertama berbentuk tapal kuda di Indonesia.

Kedua flyover itu dibangun sebagai sarana putar balik kendaraan untuk menghindari lintasan kereta api di bawahnya.

Sebab, selain kerap macet, kawasan tersebut juga rentan kecelakaan akibat banyak pengendara yang sering menerobos palang perlintasan kereta.

Flyover Tanjung Barat memiliki total panjang mencapai 1.120 meter dengan rincian sisi selatan 470 meter dan sisi utara 580 meter.

Masing-masing sisi memiliki lebar delapan meter dan tinggi 6,5 meter.

Revitalisasi Monas

Revitalisasi area Monumen Nasional (Monas) belum rampung seluruhnya pada 2021 ini.

Proyek revitalisasi Monas ini sempat mandek imbas pandemi Covid-19 yang melanda ibu kota sejak Maret 2020.

Proyek yang mulai dikerjakan sejak 2019 itu ditargetkan memang telah rampung tahun 2021.

Kepala UPK Monas Isa Sanuri saat itu menjelaskan revitalisasi Monas dihentikan lantaran adanya refocusing anggaran untuk penanganan Covid-19.

"Tidak dilaksanakan (revitalisasi) berkenaan dengan kondisi anggaran atau fokus ke Covid-19," ucapnya, Senin (29/3/2021).

Dinas Cipta Karya Tata Ruang dan Pertanahan (CKTRP) DKI tidak mengalokasikan anggaran untuk melanjutkan revitalisasi Monas di tahun 2021.

"Yang melaksanakan (revitalisasi) dari Dinas CKTRP. Belum tahu (kapan revitalisasi dilanjutkan)," ujarnya saat dikonfirmasi, saat itu.

Suasana di Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, pukul 12.30 WIB, Selasa (27/10/2020).
Suasana di Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, pukul 12.30 WIB, Selasa (27/10/2020). (TRIBUNJAKARTA.COM/MUHAMMAD RIZKI HIDAYAT)

Anak buah Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan ini menjelaskan, sampai saat ini baru Plaza Monas bagian selatan yang rampung dikerjakan.

Sedangkan, bagian lainnya hingga saat ini belum tersentuh proyek revitalisasi.

"Sementara ini baru plaza selatannya yang sudah selesai. Tapi untuk kawasan secara keseluruhan memang belum," tuturnya.

Upaya melanjutkan revitalisasi pun tengah diusahakan oleh pihak UPK Monas dan Dinas CKTRP di tahun depan.

Koordinasi dengan Dinas CKTRP pun terus dilakukan pihak UPK Monas hingga saat ini.

"Kami masih koordinasi dengan Dinas CKTRP untuk penganggaran tahun depan," kata dia.

Untuk diketahui, proyek revitalisasi Monas yang dicanangkan Gubernur Anies Baswedan ini menuai pro dan kontra.

Pengerjaan plaza selatan yang berada tepat di seberang kompleks Balai Kota DKI pun sempat menimbulkan polemik.

Sebab, ratusan pohon berusia puluhan tahun terpaksa dikorbankan demi proyek revitalisasi tersebut.

Keberadaan pohon-pohon itu pun hingga kini tak jelas. Pihak-pihak terkait, baik kontraktor, Dinas CKTRP, UPK Monas, dan Dinas Pertamanan dan Hutan Kota saling lempar.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved