Breaking News:

Antisipasi Virus Corona di DKi

Covid-19 Belum Berakhir, Pemprov DKI Diminta Antisipasi Lonjakan Angka Pengangguran

Pemprov DKI Jakarta diminta mengantisipasi lonjakan angka pengangguran di ibu kota

TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Ilustrasi pencari kerja 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Pemprov DKI Jakarta diminta mengantisipasi lonjakan angka pengangguran di ibu kota.

Pasalnya, pandemi Covid-19 yang melanda sejak 2020 lalu tak kunjung berakhir.

Hal ini diungkapkan anggota DPRD DKI dari Fraksi PAN, Lukmanul Hakim, yang mengaku prihatin dengan tingginya angka pengangguran di ibu kota.

"Melihat kondisi pandemi belum berakhir, mungkin diperkirakan tahun 2021 (angka pengangguran) akan bertambah. Nah, ini harus diantisipasi, diatasi," ucapnya, Kamis (14/10/2021).

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), angka pengangguran di ibu kota mencapai 8,51 persen pada Februari 2021.

Angka ini naik hampir dua kali lipat dibandingkan Februari 2020 lalu, di mana angka pengangguran di ibu kota sebesar 4,93 persen.

Bahkan, angka pengangguran di DKI Jakarta sempat mencapai 10,95 persen pada Agustus 2020 lalu.

Baca juga: Pengangguran di Jaksel Meningkat Selama Pandemi Covid-19, 122.390 Orang Tak Punya Pekerjaan

Guna mencegah hal itu terjadi, Bung Hakim, sapaan akrab Lukmanul menilai, perlu ada link and match antara dunia pendidikan dengan kebutuhan dunia kerja, usaha, serta industri.

Untuk itu, diperlukan kolaborasi antar Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dengan SMK maupun Balai Latihan Kerja (BLK) untuk menerapkan konsep link and match agar dapat menambah keterampilan calon pekerja dan sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan industri.

"Sehingga ke depannya kami dapat menciptakan SDM unggul, serta menyediakan lapangan kerja yang sesuai melalui BUMN/BUMD dan perusahaan swasta," ujarnya.

Anggota Komisi C DPRD DKI Jakarta ini pun menyebut, setiap tahun ada lulusan perguruan tinggi, serta SMA dan SMK yang lulus, dan membutuhkan pekerjaan.

Institusi pendidikan pun disebutnya harus mendukung program penyiapan kualitas SDM yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat, dunia kerja, serta usaha maupun industri.

Kemudian, BUMD DKI Jakarta juga diharapkan turut berpartisipasi untuk menyerap tenaga kerja.

"Jadi harus ada relasi dan kecocokan, ini menjadi catatan agar lebih serius untuk dibahas. Ini harus menjadi perhatian kami untuk mengatasi pengangguran ke depan," kata dia.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved