Breaking News:

Antisipasi Virus Corona di DKI

Covid-19 Naik Dalam Sepekan Terakhir, Dinkes DKI Dorong Penemuan Kasus Secara Aktif

Dinas Kesehatan DKI Jakarta genjot penemuan kasus Covid-19 secara aktif (Active Case Finding/ACF).

Nur Indah Farrah Audina / Tribun Jakarta
Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Widyastuti saat diwawancara awak media di Jakarta Pusat, Rabu (22/9/2021). Dinas Kesehatan DKI Jakarta genjot penemuan kasus Covid-19 secara aktif (Active Case Finding/ACF). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nur Indah Farrah Audina

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Dinas Kesehatan DKI Jakarta genjot penemuan kasus Covid-19 secara aktif (Active Case Finding/ACF).

Pemprov DKI Jakarta melalui Dinas Kesehatan DKI Jakarta terus melakukan upaya guna memutus mata rantai Covid-19.

Dinkes DKI Jakarta mendorong penemuan kasus aktif Covid-19 lantaran sepekan terakhir kasus aktif di Ibu Kota sempat alami kenaikan.

"Kami mendorong dilakukannya ACF ini untuk menekan laju penularan, memperketat kondisi agar tidak ada kebocoran. Kami secara aktif melakukan skrining PCR di lokasi berisiko tinggi, yaitu RT zona merah/orange/kuning, pada populasi tertutup (closed population) di daerah transmisi kasus tinggi zona RT tersebut, seperti di sekolah, panti asuhan, perkantoran, asrama, mall, dan lain-lain," jelas Kepala Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Widyastuti, Kamis (14/10/2021).

Tak hanya itu, rati tracing juga terus ditingkatkan sebagai upaya lainnya.

Baca juga: 1,9 Juta Warga Belum Divaksin Covid-19, Wagub DKI: Tak Ada Alasan Lagi, Sudah Banyak Pilihan Vaksin

Berdasar data pertanggal 12 Oktober 2021, ratio tracing di Jakarta sebesar 13,62 %. Artinya satu kasus positif dilakukan tes PCR kepada rata-rata 13-14 orang yang berkontak erat.

Dengan jumlah tes yang banyak dilakukan di Jakarta, berdampak pada tren persentase kasus positif atau positivity rate yang turut mengalami peningkatan.

Sayangnya, angka ini masih jauh di bawah 5%. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, positivity rate sepekan terakhir di Jakarta sebesar 0,8%.

Baca juga: Pemerintah Terus Evaluasi PPKM, Antisipasi Lonjakan Kasus Covid-19 Jelang Libur Panjang

"Meskipun ada sedikit peningkatan kasus di Jakarta, tapi perlu saya garisbawahi di sini bahwa angka kematian tetap rendah. Pada tanggal 13 Oktober, 0 kematian. Lalu, tanggal 12 Oktober, 1 kematian. Vaksinasi dan deteksi dini cukup berperan dalam menekan angka kematian," jelasnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved