Breaking News:

Curhat Bupati Pulau Seribu Ekonomi Warga Terganggu Akibat Belum Dapat CHSE untuk Buka Tempat Wisata

Pemprov DKI Jakarta belum membuka wisata di Kepulauan Seribu selama masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3.

TribunJakarta/Dionisius Arya Bima Suci
Bupati Kepulauan Seribu Junaedi saat ditemui di Balai Kota Jakarta, Rabu (4/10/2021). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Pemprov DKI Jakarta belum membuka wisata di Kepulauan Seribu selama masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3.

Bupati Kepulauan Seribu Junaedi mengatakan, wisata bahari di Kepulauan Seribu belum bisa dibuka lantaran belum mendapat izin dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf).

Padahal, ia mengaku sudah dua kali bersurat ke Kemenparekraf dan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenkomarves) terkait perizinan pembukaan tempat wisata.

“Wisata Kepulauan Seribu saat ini belum buka. Kami masih menunggu rekomendasi dari Kemenparekraf,” ucapnya, Rabu (13/10/2021).

Lantaran tempat wisata masih ditutup, ia mengaku, perekonomian warga di wilayahnya sangat terdampak.

Baca juga: Peremajaan Pencahayaan, Ratusan Lampu Jalan di Kepulauan Seribu Diganti Armature LED

Sebab, sebagian besar penghasilan warga Kepulauan Seribu sangat tergantung pada sektor pariwisata.

Untuk itu, anak buah Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan ini berharap, pariwisata di Kepulauan Seribu bisa segera dibuka.

“Kondisi ekonomi masyarakat luar biasa sangat terdampak, di sana memang tergantung pada wisata. Harapannya ingin segera dibuka, karena mereka potensinya hanya wisata,” ujarnya.

Ia menyebut, wisata bahari Kepulauan Seribu belum bisa dibuka lantaran terganjal penerbitan sertifikat Clean, Health, Safety, dan Enviromental Sustainability (CHSE).

Sertifikat CHSE ini baru didapat setelah semua tempat di Kepulauan Seribu sudah memenuhi standar penerapan protokol kesehatan yang ditentukan Kemenparekraf.

Dari 11 lokasi wisata di Kepulauan Seribu, saat ini masih ada dua lokasi yang belum memenuhi standar penerapan protokol kesehatan tersebut.

Baca juga: Wisata Pulau Seribu Akan Dibuka, Pemkab Pasang QR Code PeduliLindungi

“Yang sudah siap dari 11 pulau itu ada 9 pulau. Yang sudah siap (dibuka) itu pulau-pulau kecil, seperti Pulau Payung dan Pulau Kelapa Dua,” tuturnya.

Untuk itu, saat ini Kabupaten Kepulauan Seribu menggandeng konsultan untuk mempercepat penerbitan CHSE di dua pulau tersisa.

“Sekarang sedang kami tata lagi dengan QR Code. Mudah-mudahan dua-tiga hari ke depan ada kepastian,” kata Junaedi.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved