Breaking News:

Gelar Pesona Hari Batik Nusantara, Wali Kota Jakarta Selatan Harap Bisa Pulihkan Ekonomi

Sudin Parekraf Jakarta Selatan menggelar kegiatan Pesona Hari Batik Nusantara di Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan, Jagakarsa, Jakarta Selatan.

TribunJakarta.com/Pebby Adhe Liana
Koleksi busana dan kain batik. Batik tulis, adalah salah satu jenis batik yang harganya cukup mahal. Sudin Parekraf Jakarta Selatan menggelar kegiatan Pesona Hari Batik Nusantara di Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan, Jagakarsa, Jakarta Selatan. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Annas Furqon Hakim

TRIBUNJAKARTA.COM, JAGAKARSA - Suku Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Sudin Parekraf) Jakarta Selatan menggelar kegiatan Pesona Hari Batik Nusantara di Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan, Jagakarsa, Jakarta Selatan.

Kegiatan Pesona Batik Nusantara ini merupakan acara puncak untuk memperingati Hari Batik Nasional yang jatuh pada 2 Oktober 2021 lalu.

Wali Kota Jakarta Selatan Munjirin mengatakan, kegiatan ini merupakan sarana untuk memulihkan perekonomian nasional.

"Sekaligus memberikan motivasi melalui pembinaan peningkatan kualitas produk, dan bantuan pemasaran perlu dilakukan oleh pemerintah, agar pelaku usaha tetap berkarya secara inovatif dan kreatif," kata Munjirin dalam keterangan tertulisnya, Jumat (15/10/2021).

Munjirin pun mengapresiasi penyelenggaraan Pesona Hari Batik Nusantara.

Baca juga: Pantas Harganya Lebih Mahal, Ternyata Proses Pembuatan Batik Tulis Itu Rumit Lho

Baca juga: Yayasan Batik Indonesia Pecahkan Rekor Muri, Gelar Kegiatan Membatik Serentak yang Mendunia

Dalam rangkaian kegiatan tersebut juga digelar lomba peragaan busana batik.

"Diiikuti oleh tingkat kecamatan dan kelurahan, serta lomba online busana batik untuk masyarakat umum, yang bertujuan agar bangga menggunakan produk dalam negeri," ujar dia.

Sementara itu, Ketua DPW DKI Jakarta Komariah Matali berharap kegiatan ini dapat membuat masyarakat lebih aktif dan kreatif dalam berkarya.

"Semoga acara ini dapat membangkitkan kita untuk selalu menggunakan batik lokal, sehingga para pembatik semakin bersemangat untuk menghasilkan karya-karya terbaiknya," tutur Komariah.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved