Breaking News:

Oknum Kepsek dan Staf Sudin Pendidikan yang Diduga Korupsi Dana BOS Kini Ditahan Kejari Jakbar

Keduanya adalah tersangka kasus dugaan korupsi penyalahgunaan dana Biaya Operasional Sekolah (BOS) dan Biaya Operasional Pendidikan (BOP) TA 2018.

Editor: Elga H Putra
istimewa via Warta Kota
Kejaksaan Negeri Jakarta Barat menahan Mantan Kepala Sekolah SMKN 53 Jakarta Widodo dan Mantan Staf Sudin Pendidikan Wilayah I Jakarta Barat Muhamad Faisal dalam kasus dugaan korupsi dana BOS Rp 2,3 miliar. Keduanya ditahan di Rutan 

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Oknum kepala sekolah SMKN 53 Jakarta, Widodo dan Mantan Staf Sudin Pendidikan Wilayah I Jakarta Barat, Muhamad Faisal resmi ditahan Kejaksaan Negeri Jakarta Barat.

Keduanya adalah tersangka kasus dugaan korupsi penyalahgunaan dana Biaya Operasional Sekolah (BOS) dan Biaya Operasional Pendidikan (BOP) Tahun Anggaran 2018.

Kini, sambil menunggu jalannya persidangan, kedua tersangka ditahan di Rutan Salemba Jakarta Pusat.

Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Barat, Dwi Agus Arfianto mengatakan sebelum penahanan, kedua tersangka sempat diperiksa selama kurang lebih tiga jam oleh penyidik.

"Tersangka Widodo dan Muhamad Faisal ditahan selama 20 hari ke depan di Rumah Tahanan (Rutan) Negara Kelas I Salemba Jakarta Pusat," Terangnya, Kamis (14/10/2021).

Baca juga: Hari Pertama Simulasi Belajar di Sekolah di Kota Depok, Kepala Sekolah Sebut Murid Sangat Antusias

Alasan penahanan ini guna mempermudah proses penyidikan.

Penahanan ini dilakukan agar tersangka tidak melarikan diri dan menghilangkan barang bukti.

"Untuk mempermudah penyidikan, agar tidak melarikan diri, maupun menghilangkan barang bukti," terangnya.

Pada kesempatan yang sama, Kasi Pidsus Reopan Saragih menyampaikan bahwa dari hasil perhitungan kerugian negara oleh BPK RI berdasarkan Surat Nomor : 5/LHP/XXI/10/2021 tanggal 8 Oktober 2021, dari total nilai anggaran BOS dan BOP tahun anggaran 2018 senilai Rp 7,8 miliar ditemukan penyalahgunaan anggaran baik dari anggaran BOS maupun BOP kurang lebih sebesar Rp 2,3 miliar.

Baca juga: Bersarung Hijau, Kakek Suhud Terima Kedatangan Baim Wong, Suami Paula Verhoeven Tampak Tersenyum

”Alhamdulilah dari hasil gelar perkara kami, Tim BPK RI telah selesai melakukan perhitungan kerugian keuangan negara dan atas perbuatan para tersangka dalam penggunaan dana Biaya Operasional Sekolah (BOS) dan Biaya Operasional Pendidikan (BOP) TA. 2018 telah merugikan keuangan Negara sekitar 2,3 milyar dari pagu anggaran sebesar 7,8 miliar," Ujarnya.

Hingga kini, Kasi Pidsus Reopan Saragih dan Tim Penyidik masih terus melakukan pendalaman dan tidak tertutup kemungkinan ada tambahan tersangka.

"Tim Penyidik masih tetap melakukan pendalaman guna menemukan fakta baru dan akan terus menggali apakah ada keterlibatan oknum atau pejabat lainnya, dan tidak menutup kemungkinan akan ada tambahan," ujar Reopan.

Tersangka Widodo dan Muhamad Faisal akan dikenakan Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 Undang-Undang RI No 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dan ditambah Undang-undang RI No 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang RI No 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Artikel ini telah tayang di WartaKotalive.com dengan judul Kejari Jakbar Tahan Mantan Kepsek dan Pejabat Sudin Pendidikan Terkait Dugaan Korupsi Dana BOS

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved