Breaking News:

Persija Jakarta

Persija Kedatangan Alberto, Fisik Skuat Macan Kemayoran Digenjot Hadapi Seri 2 Liga 1 2021

Kedatangan pelatih fisik asal Italia, Alberto Lungherini mulai dirasakan skuat Persija Jakarta. Pemain Macan Kemayoran harus jalani tes fisik.

Youtube Persija Jakarta
Pelatih fisik Persija Jakarta asal Italia, Alberto Lungherini. Kedatangan pelatih fisik asal Italia, Alberto Lungherini mulai dirasakan skuat Persija Jakarta. 

TRIBUNJAKARTA.COM - Kedatangan pelatih fisik asal Italia, Alberto Lungherini mulai dirasakan skuat Persija Jakarta.

Macan Kemayoran memanfaatkan jeda dua pekan menuju seri 2 Liga 1 2021 dengan memperbaiki kualitas fisik pemain.

Marko Simic dan kawan-kawan pun telah menjalani tes fisik selama jeda ini, yaitu pada Sabtu (10/10/2021) dengan metode cooper test.

Tujuannya untuk melihat ada di level mana kebugaran fisik para pemain Macan Kemayoran.

Setelah itu, baru lah tim pelatih menyusun program latihan untuk para pemain sesuai hasil tes tersebut.

Baca juga: Berawal dari Kirim CV, Terungkap Proses Perjalanan Alberto Lungherini jadi Pelatih Fisik Persija

Pilar Persija Tony Sucipto mengatakan program latihan dalam jeda seri ini berjalan lancar dan menunjukkan progres dalam kinerja pemain.

“Persiapan tim Alhamdulillah sampai saat ini bagus. Kami tahu di seri kedua jadwal sangat padat. Jadi kami mempersiapkan kondisi fisik,” tutur Tony dikutp dari laman resmi klub, Jumat (15/10/2021).

Bek Senior Persija Jakarta, Tony Sucipto. Tony Sucipto tetap mampu bermain garang di lapangan meski telah berusia 35 tahun.
Bek Senior Persija Jakarta, Tony Sucipto. Tony Sucipto tetap mampu bermain garang di lapangan meski telah berusia 35 tahun. (Media Persija)

Tony pun berharap kedatangan Alberto yang bekerja sama dengan pelatif fisik sebelumnya, Ilham Ralibi, dapat membuat fisik pemain makin prima sepanjang laga.

“Kedatangan pelatih fisik baru menurut saya membantu. Beruntung kami ada jeda dua minggu untuk masuk ke seri kedua. Tapi ini juga sudah masuk ke kompetisi, bukan di pramusim. Jadi latihan fisik hanya bisa dimasukkan di sela-sela latihan. Terkait stamina yang kedodoran, memang kami tidak bisa menyangkal karena dilihat dari penampilan di sekitar menit 70-an kami sering kendur dan kehilangan konsentrasi,” kata Tony.

Namun, gelandang berusia 35 tahun itu mengatakan bahwa sebenarnya kondisi fisik pemain tidak di level buruk.

Baca juga: Berawal dari Kirim CV, Terungkap Proses Perjalanan Alberto Lungherini jadi Pelatih Fisik Persija

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved