Jadi Tersangka Kasus Crane Ambruk di Depok, Kenapa Operator Tak Ditahan? Ini Penjelasan Polisi

Crane terguling saat mengangkat tiang beton di kawasan proyek PDAM di Jalan Mawar, Pancoran Mas, Depok, Jawa Barat pada Jumat pagi (15/10).

Penulis: Kurniawati Hasjanah | Editor: Yogi Jakarta
TribunJakarta.com/Dwi Putra Kesuma
Insiden mobil crane dan tiang beton ambruk menimpa rumah warga di Jalan Mawar, Pancoran Mas, Kota Depok. 

TRIBUNJAKARTA.COM - Crane terguling saat mengangkat tiang beton di kawasan proyek PDAM di Jalan Mawar, Pancoran Mas, Depok, Jawa Barat pada Jumat pagi (15/10).

Akibat peristiwa ini, tiga orang yang mengalami luka serius akibat terkena reruntuhan atap yang tertimpa truk.

Dua korban lain sudah berhasil dievakuasi, terdiri dari seorang pemilik warung dan seorang anak yang tinggal di rumah sebelah warung.

Sementara anak yang terimpit baru berhasil dievakuasi setelah lima jam.

Kini Polres Depok menetapkan satu orang tersangka kasus crane jatuh.

Dalam peristiwa tersebut satu siswa SMP mengalami luka karena tertimpa beton selama lima jam.

Baca juga: Kecelakaan Beruntun 3 Bus di Tol Tangerang-Merak, Satu Orang Tewas

"Sudah dilakukan pemeriksaan terhadap 4 orang saksi semalam untuk naik penyidikan ditetapkan satu tersangka yakni, operator crane," terang Kasat Reskrim Polres Metro Depok AKBP Yogen Heroes Baruno, Sabtu (16/10/2021).

Yogen menilai, hari ini Puslabfor juga telah melakukan olah TKP di lokasi.

"Nanti kalau ada hasil dari labfor beberapa hari ke depan kemungkinan untuk petunjuk misalnya tersangka lain akan diupayakan lagi. Yang jelas tadi malam satu tersangka ditetapkan," ujar Yogen.

Insiden mobil crane dan tiang beton ambruk menimpa rumah warga di Jalan Mawar, Pancoran Mas, Kota Depok.
Insiden mobil crane dan tiang beton ambruk menimpa rumah warga di Jalan Mawar, Pancoran Mas, Kota Depok. (TribunJakarta.com/Dwi Putra Kesuma)

Meski demikian, polisi tidak melakukan penahanan terhadap operator crane yang telah ditetapkan sebagai tersangka. Hanya saja operator dikenakan wajib lapor.

"Tersangka tidak ditahan cuma diamankan 1x24 jam dan wajib lapor. Kalau ditahan kita akan terkendala masalah waktu penahanan," terang Yogen.

Baca juga: Jakarta Jadi Tuan Rumah Formula E, Syarif Gerindra Sebut Pihak Kontra Akhirnya Pusing Sendiri

Crane Akan Bongkar Menara Air

Direktur Utama Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Asasta Kota Depok, Muhammad Olik Abdul Holik mengatakan, menara air tersebut dibongkar untuk pembangunan reservoir air ground tank.

“Sementara kita di sini (lokasi proyek) akan membuat semacam reservoir, ground tank untuk air kepada warga di daerah sini dan Sawangan,” ujar Olik saat ditemui di lokasi crane terguling, Jumat siang. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved