Breaking News:

Duka Keluarga Bocah asal Senen, Jakarta Pusat, Korban Tragedi Maut Susur Sungai di Ciamis

Mereka tak menyangka bahwa Fatah pergi untuk selamanya dengan cara seperti ini

Satrio Sarwo Trengginas / Tribun Jakarta
Karangan bunga dukacita dari Ridwan Kamil di depan kediamannya, di Kramat, Senen, Jakarta Pusat pada Minggu (17/10/2021) 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Satrio Sarwo Trengginas

TRIBUNJAKARTA.COM, SENEN - Duka menggelayut di rumah Fatah Fathurrasya (12), satu di antara 11 siswa Madrasah Tsanawiyah atau MTs Harapan Baru yang tewas saat susur Sungai di Ciamis, Jawa Barat.

Di rumah itu, ada tante dari Fatah, Indirawati (29) dan neneknya, Aisih (65). Sementara, ayah Fatah berada di Ciamis, mengantarkan anaknya hingga peristirahatan terakhir.

Perasaan nelangsa tergurat dari raut wajah mereka berdua.

Mereka tak menyangka bahwa Fatah pergi untuk selamanya dengan cara seperti ini.

Indira bercerita kabar pilu itu diterimanya pada Jumat sore, setelah Ibu Fatah, Tati Widawati, mencari tahu keberadaan anaknya yang dikabarkan sempat hilang.

Setelah salat Jumat pada (15/10/2021), pihak MTs menghubungi Tati apakah Fatah sudah pulang ke rumah atau tidak.

"Kakak ipar saya (Tati), kaget kan dia di Pesantren. Walaupun dia habis kegiatan masa pulangnya langsung ke rumah," ujar Indira menceritakan kepada TribunJakarta.com pada Minggu (17/10/2021).

Baca juga: Kesaksian Warga Tragedi Susur Sungai di Ciamis: Korban Berputar-putar di Pusaran Air

Pertanyaan pihak MTs menimbulkan rasa cemas dalam diri Tati.

Pihak pesantren kemudian kembali menghubungi Tati bahwa Fatah hilang saat menyusuri Sungai Cileueur, Ciamis, Jawa Barat.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved