Breaking News:

PKB Dorong Kontes Burung Kicau Jadi Cabang Olahraga pada PON XXI

Ketua DPP PKB Daniel Johan akan mendorong kontes burung kicau menjadi Cabang Olahraga yang diakui KONI dan bisa diperlombakan dalam ajang PON.

Istimewa/dokumentasi acara
Ketua DPP PKB Daniel Johan bersama para pendiri Kicau Mania 

TRIBUNJAKARTA.COM - Ketua DPP PKB Daniel Johan akan mendorong kontes burung kicau menjadi Cabang Olahraga yang diakui Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) dan bisa diperlombakan dalam ajang Pekan Olahraga Nasional (PON)

Hal itu disampaikan Daniel dalam diskusi bersama para pendiri Kicau Mania, Sabtu (15/10/2021), di Jakarta. 

Menurut Daniel, kontes burung kicau bisa dikategorikan olahraga. Karena membutuhkan banyak gerakan, dan perlu strategi dan latihan intensif. 

"Sebetulnya, kategorisasi cabang olahraga adalah dialektika yang hampir abadi. Permainan kartu bridge, catur, sampai e-sport itu kan masih debatable juga. Semua itu awalnya adalah sebuah permainan, hobi, yang kita semua tahu, minim gerakan. Tapi karena dianggap membutuhkan strategi khusus kemudian masuk dalam olahraga otak. Nah dalam kontes burung kicau, gerak strategi dan latihannya malah lebih banyak dibanding permainan bridge, catur maupun e-sport," papar Daniel dalam keterangan tertulis, Senin (18/10/2021).

Baca juga: Daniel Johan: Jangan Hantam Petani Tembakau dengan Kenaikan Cukai

Daniel yakin, jika kontes burung diakui sebagai olahraga, akan membawa multiplier effect yang positif. Di antaranya menambah semangat para kicau mania untuk menjaga kebugaran, melatih strategi serta ketekunan para kicau mania. 

Baca juga: Kontingen Sulawesi Selatan Antusias Ikuti Penutupan PON Papua: Ini Momen Luar Biasa

"Belum lagi dari sisi ekonomi. Saat ini saja, burung kicau telah menjadi sektor riil yang menghidupi basis ekonomi rakyat. Boleh dikata, kicau mania sudah tumbuh menjadi industri kerakyatan yang nyata. Mulai dari penangkaran, pakan, kandang, hingga event-event pertandingan yang faktanya lebih besar dari banyak cabang olahraga. Perputaran ekonominya mencapai 7 triliun lebih per tahun," katanya.

Sementara salah satu pendiri komunitas kicau mania Boy BNR dalam diskusi tersebut menyampaikan kesan ketidakpedulian pemerintah terhadap para pelaku dan pecinta kicau mania.  

"Kenapa pencinta burung kicau mania hanya dilihat sebagai hobi saja oleh pemerintah. Padahal potensi ekonomi dan penguatan komunitasnya sangat positif. Tapi saat ini kami menghadapi sejumlah kesulitan-kesulitan baik dari BKSDA maupun karantina yang terlalu banyak aturan dan menghambat tumbuhnya industri ini. Kami juga berharap, pemerintah mempermudah upaya ekspor burung kicau. Bayangkan kalau sekarang perputaran domestik dalam negeri saja mencapai Rp 7 triliun per tahun, bagaimana kalau ekspornya dibuka?" imbuhnya. 

Daniel mengakui, saat ini sebetulnya permintaan ekspor sangat banyak dan bisa berkali-kali lipat nilainya. 

Sayangnya, sampai sekarang mereka kesulitan untuk memenuhi permintaan ekspor akibat kebijakan-kebijakan yang kurang pro terhadap penguatan industri kerakyatan. 

"Padahal bila ini berjalan maka selain ekonomi rakyat tumbuh sampai ke desa-desa karena ternak pakan maupun pengrajin kandang semuanya tersebar di desa-desa, juga akan semakin menjamin kelestarian burung-burung indonesia. Kita akan kawal hal ini di DPR agar terwujud,” tandasnya. 

Diskusi tersebut, dihadiri oleh para pendiri kicaumania, ada Bang Boy BNR, Kadafi, Opik, Sofyan NZR, Samsul PBI, Jhon JBS, Sofyan Rajawali, Iwan Oriq, Antho dan Arie.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved