Cerita Kriminal

Terancam 5 Tahun Bui, Ini Perjalanan Pria Hina Betawi Kabur hingga Ditangkap Saat Karaoke di Slawi

VLL alias Venus (50), pria yang diduga menghina Suku Betawi berhasil diamankan kepolisian setelah kabur.

Penulis: Kurniawati Hasjanah | Editor: Yogi Jakarta
Istimewa
Pelaku penghina suku betawi ditangkap Polres Metro Bekasi Kota 

TRIBUNJAKARTA.COM - Sosok VLL alias Venus (50), pria yang diduga menghina Suku Betawi berhasil diamankan kepolisian setelah kabur.

Diketahui, aksi VLL menjadi viral di media sosial beberapa waktu lalu karena dinilai menghina suku betawi.

Kasus ini berawal dari adanya video oknum ormas di Bekasi diduga melakukan penghinaan ke Suku Betawi viral di media sosial.

Dari video yang beredar, terlihat pelaku ini menegur seorang pemuda. Dari omongan itu, terdengar persoalan itu berawal dari masalah lapak proyek.

Pria itu kemudian melontarkan kata-kata yang diduga menghina suku Betawi.

Imbas aksinya, VLL melarikan diri dari rumahnya di Bekasi.

Hingga kemudian, polisi melakukan pengejaran hingga Slawi, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Minggu (17/10/2021) kemarin.

Baca juga: Kenapa Rachel Vennya Baru Buka Suara Setelah Kasusnya Viral? Ini Pengakuan Sang Selebgram

Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Aloysius Suprijadi mengatakan tersangka dengan inisial VLL (50) tertangkap saat sedang asyik berkarauke di wilayah Slawi, Jawa Tengah.

"Yang bersangkutan dilakukan pengejaran, polisi mencari informasi, akhirnya sampai ke Slawi, yang bersangkutan diamankan ketika sedang berkaraoke," jelasnya kepada wartawan, Senin (18/10/2021).

Pelaku penghina suku betawi ditangkap Polres Metro Bekasi Kota
Pelaku penghina suku betawi ditangkap Polres Metro Bekasi Kota (Istimewa)

Aloysius juga menjelaskan, VLL adalah anggota ormas yang ada di wilayah Kota Bekasi.

"Betul, saat itu kondisinya yang bersangkutan adalah anggota ormas sebelum kejadian," jelasnya.

Di Bekasi, lanjut Aloysius, tersangka VLL tinggal bersama keluarganya di wilayah Bulak Kapal.

Baca juga: Bocah 8 Tahun di Karo Dianiaya Ayah Kandung, Pelaku: Dia Sering Bikin Rumah Berantakan

"Yang bersangkutan tinggal bersama keluarganya di bulak kapal, kemudian begitu kejadian yang bersangkutan melarikan diri," ujarnya.

Atas kejadian ini, polisi menetapkan Pasal 335 KUHP kemudian pasal 16 juncto pasal 4 UU RI nomor 40 tahun 2008 dengan ancaman hukumannya 5 tahun kurungan penjara.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved