Breaking News:

Wujudkan Keadilan Sosial, Warga Kepulauan Seribu Kini Bisa Dapat Air Bersih dengan Tarif Terjangkau

Kabar baik, masyarakat yang tinggal di Kabupaten Kepulauan Seribu kini bisa menikmati air bersih dengan harga lebih terjangkau.

Istimewa/Dok. Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik DKI Jakarta
Seorang warga tengah mengisi jeriken dari sebuah Kios Air yang ada di Kabupaten Kepulauan Seribu 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Kabar baik, masyarakat yang tinggal di Kabupaten Kepulauan Seribu kini bisa menikmati air bersih dengan harga lebih terjangkau.

Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta Yusmada Faizal mengatakan, penyesuaian tarif dilakukan guna memastikan seluruh warga ibu kota, khususnya yang tinggal di Kepulauan Seribu bisa mengakses air bersih.

“Penyesuaian Tarif Otomatis (PTO) bertujuan mencapai keadilan sosial, serta kualitas hidup merata bagi warga DKI Jakarta,” ucapnya, Kamis (13/10/2021).

Yusma menjelaskan, penyesuaian tarif bagi warga Kepulauan Seribu berlaku sejak Agustus 2021 lalu atau setelah Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menerbitkan Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 57 Tahun 2021.

Aturan itu berisi tentang perubahan keempat atas Pergub Nomor 11 Tahun 2007 tentang PTO Air Minum Semester I Tahun 2007.

Baca juga: Peremajaan Pencahayaan, Ratusan Lampu Jalan di Kepulauan Seribu Diganti Armature LED

“Tarif air PAM (Perusahaan Air Minum) Jaya untuk penggunaan minimum di Kepulauan Seribu kini sama dengan kota administrasi Jakarta lainnya,” ujarnya.

Sebelum dilakukan penyesuaian tarif, harga air bersih perpipaan yang disiapkan PAM Jaya mencapai Rp 25.000/meter kubik untuk kelompok tarif sosial hingga Rp 39.000/meter kubik untuk kelompok tarif tertinggi.

Kemudian, setelah Pergub Nomor 57/2021 diterbitkan, tarif air bersih perpipaan untuk warga Kepulauan Seribu hanya berkisar di angka Rp 1.050/meter kubik untuk kelompok tarif sosial sampai Rp 12.550/meter kubik untuk kelompok tarif tertinggi.

Sebagai informasi, kelompok tarif sosial berlaku bagi rumah ibadah dan asrama yatim.

Baca juga: Sejumlah Pulau Lolos CHSE, Uji Coba Pembukaan Tempat Wisata di Kepulauan Seribu Tunggu Pemprov 

Halaman
123
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved