Breaking News:

Bantu Evakuasi Jasad Siswa Korban Susur Sungai di Ciamis, Warga Cerita Susah Tidur: Terbayang Terus

Seorang warga yang membantu proses evakuasi jasad 11 siswa korban susur sungai mengaku tak bisa makan dan tidur.

Editor: Siti Nawiroh
(KOMPAS.com/IRWAN NUGRAHA)
Warga Kampung Leuwi Ili, Desa Muara, Kecamatan Cijeunjing, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, menunjukkan lokasi tragedi susur sungai maut dalam acara Pramuka di Sungai Cileueur, Kabupaten Ciamis, Sabtu (16/10/2021). 

“Kondisi perut korban masih kempes.

Semuanya begitu, ke-11 korban.

Warga Kampung Leuwi Ili, Desa Muara, Kecamatan Cijeunjing, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, menunjukkan lokasi tragedi susur sungai maut dalam acara Pramuka di Sungai Cileueur, Kabupaten Ciamis, Sabtu (16/10/2021).
Warga Kampung Leuwi Ili, Desa Muara, Kecamatan Cijeunjing, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, menunjukkan lokasi tragedi susur sungai maut dalam acara Pramuka di Sungai Cileueur, Kabupaten Ciamis, Sabtu (16/10/2021). ((KOMPAS.com/IRWAN NUGRAHA))

Jasadnya dengan perut tidak kembung tapi kempes.

Padahal berjam-jam tenggelam dalam air leuwi,” ujar Kalwas.

Menurut Kalwas,  kejadian pukul 14.00, jenazah pertama ditemukan pukul 17.30, menjelang magrib muncul ke permukaan dengan sendirinya.  

Setelah itu warga setempat, penyelam alam suka rela terjun ke leuwi menyelam mencari 11 siswa yang dilaporkan  belum juga pulang ke kobong (asrama) setelah mengikuti kegiatan susur sungai Jumat siang tersebut.

Setelah satu jasad muncul ke permukaan air, secara beruntun 10 jasad lainnya ditemukan tenggelam di dasar leuwi.

Dan jasad terakhir ditemukan pukul 20.20 WIB malam.

Dari 11 jasad siswa korban tragedi Leuwi Ili tersebut menurut Kalwas, perutnya dalam kondisi normal, kempes.

Tidak kembung, padahal berjam-jam berada dalam air.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved