Breaking News:

Tersisa 20 Persen Penjualan, Begini Siasat Bos Anomali Coffee demi Bisnis Bertahan di Tengah Pandemi

Irvan Helmi, pemilik Anomali Coffee menceritakan siasatnya agar bisnis tetap bertahan meski sisa penjualannya saat itu hanya 20 persen.

https://www.instagram.com/anomalicoffee/
Irvan Helmi, pemilik Anomali Coffee menceritakan siasatnya agar bisnis tetap bertahan meski sisa penjualannya saat itu hanya 20 persen. 

TRIBUNJAKARTA.COM - Anomali Coffee menjadi satu di antara kedai kopi yang bertahan di tengah pandemi covid-19.

Irvan Helmi, pemilik Anomali Coffee menceritakan siasatnya agar bisnis tetap bertahan meski sisa penjualannya saat itu hanya 20 persen.

"Jujur aja, sisa sales kita hanya 20 persen. Jadi hilangnya 80 persen," tegas Irvan Helmi dalam konferensi pers ShopeePay pada Selasa (19/10).

Dengan kondisi seperti itu, Irvan Helmi tak menutup diri. Ia justru melakukan banyak diskusi dengan keluarga dan rekan bisnisnya.

"Kita minta butuh pencerahan dan diskusi bagaimana cara bertahan dan sebagainya. Untungnya, semangat saya ditularkan dari tim dan rekan bisnis," papar Irvan Helmi.

Irvan Helmi memaparkan, dengan situasi yang down, timnya bersinergi dan semangat untuk inovasi.

Anomali yang telah berdiri sejak 2007 memiliki inovasi dengan membuat makanan dan kopi dalam kemasan, yang diantar langsung ke rumah.

Baca juga: Sehat dan Praktis, Ini Cara Turunkan Berat Badan dengan Makanan Lezat Tanpa Rasa Lapar

Terkenal dengan kopi seduhannya yang nikmat, Anomali menawarkan kopi siap minum dalam kemasan.

Bahkan menawarkan kopi dengan ukuran 2 liter yang bisa dinikmati bersama keluarga di rumah dan bisa langsung diantarkan ke rumah pemesan.

Selain kopi dengan kemasan siap minum, bagi mereka yang merindukan sensasi kopi seduh, Anomali membuat produk baru yakni kopi dalam kemasan coffee drip.

Layanan menyajikan hidangan lezat juga tetap dilakoni Anomali. Namun, sedikit berbeda dengan makanan yang ada di kafenya, menu makanan yang juga dikemasan ini menawarkan makanan dengan menu rumahan.

Baca juga: Ini Kumpulan Ucapan Perayaan Maulid Nabi 19 Oktober 2021: Tinggal Copy, Cocok Buat Status di Medsos

Seperti, cumi asin pedas, orek tempe, ayam tangkap aceh, dan lainnya

Untuk menjaga kebersihannya, makanan dikirim bentuk frozen food dan sudah di vacuum. Yang menarik, setiap satu atau dua minggu, akan selalu ada menu yang baru.

"Kita gak pernah terpikir untuk membuat frozen food sebelumnya, terus buat sambal kacang. Jadi dari situasi down, ya banyak sekali inovasi kita. Untuk itu, kita harus menyadari pentingnya cara membuka pikiran berinovasi," tegas Irvan Helmi.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved