Breaking News:

Antisipasi Virus Corona di Bekasi

Wali Kota Bekasi Izinkan Warganya Gelar Acara Maulid Nabi Muhammad, Asal Terapkan Prokes

Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi, mengatakan, mengizinkan warganya menggelar acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW

Penulis: Yusuf Bachtiar | Editor: Jaisy Rahman Tohir
TRIBUNJAKARTA.COM/Yusuf Bachtiar
 Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi di Stadion Patriot Candrabhaga Kota Bekasi.     

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI SELATAN - Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi, mengatakan, mengizinkan warganya menggelar acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dengan tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes).

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dapat diselenggarakan di masjid-masjid.

Kapasitas peserta acara dapat dibatasi agar tidak menimbulkan kerumunan.

"Ya, tentunya, jangan jumawa euforia, karena pandemi dan virus ini masih mengancam," kata Rahmat di Stadion Patriot Candrabhaga Kota Bekasi, Selasa (19/10/2021).

Dia menjelaskan, penyebaran Covid-19 terjadi akibat transmisi mobilitas masyarakat. Jangan sampai, kerumunan dan kegiatan-kegiatan tentunya justru menjadi celah penularan.

"Kan yang kita pernah dapati gelombang satu gelombang dua, itu kan penyebarannya juga dari transmisi, dari hubungan, banyak lah kita sudah hampir dua tahun ini keluar kota kemana," jelas dia.

Masyarakat yang hendak melakukan kegiatan atau kegiatan ibadah apapun, harus tetap memperhatikan protokol kesehatan.

Baca juga: Kabupaten Tangerang Dikeluarkan Dari Wilayah Aglomerasi Karena Capaian Vaksinasi Covid-19 Rendah

"Standar-standard nya harus tetap dilakukan, oleh karena itu, kalaupun ada melakukan kegiatan-kegiatan ibadah, ya Prokes harus dijaga betul," jelasnya.

Adapun untuk zona hijua di Kota Bekasi saat ini sudah mendominasi, hanya terdapat 26 RT yang masih dikategorikan zona kuning sedangkan sisanya 99,65 persen telah memasuki zona hijau.

Sementara zona oranye dan zona merah, di Kota Bekasi saat ini sudah nol. Begitu juga dengan kasus aktif, berdasarkan data terakhir evaluasi, tersisa 26 pasien. 

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved