Breaking News:

Virus Corona di Indonesia

Aturan PCR Saat Naik Pesawat Disebut Langkah Mundur, PKB: Ini Menghambat Peningkatan Penumpang

Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Neng Eem Marhamah Zulfah, tidak sepakat dengan aturan penumpang wajib tes PCR sebelum keberangkatan pesawat

Editor: Wahyu Septiana
KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG
Penumpang di terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten - Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Neng Eem Marhamah Zulfah, tidak sepakat dengan aturan penumpang wajib tes PCR sebelum keberangkatan pesawat 

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Neng Eem Marhamah Zulfah, tidak sepakat dengan aturan penumpang wajib tes PCR sebelum keberangkatan pesawat.

Adanya aturan tersebut dinilai bisa menghambat peningkatan jumlah penumpang pesawat selama pandemi Covid-19.

Diketahui, Instruksi Menteri Dalam (Inmendagri) Nomor 53 Tahun 2021 tentang PPKM Level 3, 2, dan 1 di Jawa dan Bali agar semua penumpang pesawat wajib tes PCR 2x24 jam sebelum keberangkatan.

Inmendagri tersebut dinilai sebagai langkah mundur dalam upaya mendorong kebangkitan ekonomi di tanah air.

“Kami menilai kewajiban tes PCR bagi penumpang pesawat yang tertuang dalam Inmendagri 53/2021 tentang PPKM Level 3, 2, dan 1 di Jawa dan Bali merupakan langkah mundur bagi upaya menuju kenormalan baru seiring terus melandainya kasus Covid-19 di tanah air,” kata Anggota Komisi V DPR RI Fraksi PKB Neng Eem Marhamah Zulfah, saat dihubungi wartawan, Rabu (20/10/2021).

Dia menjelaskan pembatasan ketat selama pandemi Covid-19 dalam satu setengah tahun terakhir telah memukul industri penerbangan global termasuk di tanah air.

Sebanyak 12 warga negara Srilanka dideportasi pihak imigrasi karena pelanggaran dokumen kesimigrasian melalui Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Minggu (10/10/2021). 
Situasi di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Minggu (10/10/2021).  (Istimewa)

Asosiasi Transportasi Udara Internasional (IATA) mencatat industri penerbangan global mengalami kerugian Rp2.867 triliun selama satu setengah terakhir.

Nilai kerugian tersebut setara dengan 9 tahun pendapatan kolektif industri penerbangan global.

Baca juga: Kini Penumpang Pesawat Wajib Tes PCR dan Sopir Truk Harus Antigen, DPR: Ini Apa-apaan Sih!

"Di tanah air banyak maskapai penerbangan yang harus merumahkan karyawan mereka karena terus merugi."

"Bahkan upaya restrukturisasi utang maskapai Garuda terhambat karena minimnya aktivitas penerbangan selama pandemi ini,” ujarnya.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved