Breaking News:

Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat, Pertamina PDC Optimis Batik Sakai Akan Semakin Diminati

Pelatihan Batik Suku Sakai yang dibina Pertamina PDC sejak bulan Agustus lalu telah mulai menampakkan hasilnya.

ISTIMEWA
Pelatihan Batik Suku Sakai yang dibina PT Patra Drilling Contractor atau lebih dikenal dengan sebutan Pertamina PDC. 

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Pelatihan Batik Suku Sakai yang dibina PT Patra Drilling Contractor atau lebih dikenal dengan sebutan Pertamina PDC sejak bulan Agustus lalu telah mulai menampakkan hasilnya.

Program pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui pelestarian kearifan lokal yang berkembang di Kabupaten Siak ini diwakili oleh kelompok ibu-ibu di Kecamatan Kandis yang tetap semangat mengaplikasikan keterampilannya membuat Batik Suku Sakai.

Produksi ibu-ibu kelompok pembatik dari Kelurahan Simpang Belutu - Kandis mendapat apresiasi dari Direktur Utama PT PDC Teddyanus Rozarius setelah menerima pesanan perdana.

Menurut Teddy, batik yang diproduksi dari suku Sakai ini perlu terus dibina karena memiliki khas dan daya tarik tersendiri.

“Bila batik ini dapat terus dikembangkan, bukan tidak mungkin batik Sakai dapat memperoleh tempat pada tataran yang lebih tinggi lagi,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu (20/10/2021).

Kepala Kelurahan Simpang Belutu, Kecamatan Kandis Kabupaten Siak, Indra Wijaya, mengatakan kesungguhan warganya mengikuti pelatihan batik Sakai adalah sebuah impian yang jadi kenyataan.

Baca juga: Ikut Andil Acara Belanja Bersama Designer, Kowani Bantu Pasarkan Produk UMKM Binaan Dekranas

Bahkan ia memiliki keinginan agar masyarakat dapat terus menjaga semangat itu agar batik Sakai ini dapat semakin berkembang dan menjadi ikon wilayah setempat dan menjadi produk unggulan yang  dapat dibina lebih lanjut melalui program UMKM.

“Batik Sakai ini memiliki motif unik yang khas dan banyak terinspirasi oleh alam, flora dan fauna di wilayahnya,” ujar Indra.

Sementara, Corporate Secretary Pertamina PDC, Budhi Kristianto dalam kunjungannya yang didampingi Kepala Kelurahan Simpang Belutu meninjau langsung proses pembuatan batik Sakai ini menyampaikan ke kelompok Ibu-ibu pembuat Batik Suku Sakai.

Baca juga: Rencana Cikini Jadi Lokasi Urban Tourism, Pemkot Jakarta Pusat Bakal Kaji Lokasi UMKM di Sekitar TIM

“Potensi ibu-ibu pengrajin batik ini luar biasa, apabila ditekuni dengan baik maka batik Sakai ini diyakini bisa bersaing dengan batik-batik yang lain yang lebih dulu beredar di masyarakat. Support kami dari Pertamina PDC agar diimbangi dengan semangat berkreasi dan berproduksi sembari meningkatkan inovasi sehingga pendampingan yang dilakukan dapat membuahkan hasil yang memuaskan, “ ujarnya.

Lebih lanjut Budhi berharap agar kelompok pembatik ini dapat menguatkan kelompoknya sehingga hasil batik Sakai dapat lebih terus berjalan berkelanjutan dan mendapat tempat yang bagus di masyarakat dan menjadi buah tangan yang khas di wilayah Bengkalis. 

Kegiatan Batik Sakai ini, adalah program CSR yang dilakukan oleh Pertamina PDC dalam rangka mengangkat kebudayaan lokal yang sudah mulai terkikis dan hilang keberadaanya.

Dengan adanya kegiatan batik sakai ini, diharapkan menjadi lini usaha baru yang dapat mendongkrak pertumbuhan ekonomi masyarakat suku Sakai yang ada di Provinsi Riau, khususnya Kecamatan Kandis Kabupaten Siak. (*)

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved