Breaking News:

Survei CPCS: Partai Demokrat Masuk Tiga Besar, PSI Mantap di Papan Tengah

Berdasarkan hasil survei terbarunya, elektabilitas Partai Demokrat saat ini masih terus bergerak naik menembus dua digit mencapai 10,6 persen.

Editor: Elga H Putra
ISTIMEWA
Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono. Survei terbaru yang dirilis CPCS menempatkan elektabilitas Demokrat di tiga besar nasional. 

TRIBUNJAKARTA.COM - Lembaga survei Center for Political Communication Studies (CPCS) mengeluarkan rilis terbarunya mengenai elektabilitas partai politik di tanah air.

Berdasarkan hasil survei terbarunya, elektabilitas Partai Demokrat saat ini masih terus bergerak naik menembus dua digit mencapai 10,6 persen.

Hal itu menempatkan Partai Demokrat di posisi tiga besar menggeser Golkar yang sebelumnya selalu berada pada urutan ketiga.

Moncernya elektabilitas Demokrat membayangi dua partai politik utama di kubu pemerintah, PDIP dan Gerindra.

Kedua parpol tersebut masih tetap unggul pada peringkat pertama dan kedua.
Sementara itu di papan tengah, elektabilitas Partai Solidaritas Indonesia (PSI) terus bergerak naik dan kini meraih 5,0 persen.

Baca juga: Polisi Tarik Baju Taryadi Politikus Demokrat Indramayu, Penghasut Gerombolan Preman di Ladang Tebu

“Demokrat masuk tiga besar partai politik dalam kontestasi menuju Pemilu 2024 dengan elektabilitas menembus 10 persen, sedangkan PSI memantapkan diri pada posisi papan tengah dengan elektabilitas 5 persen,” kagta Direktur Eksekutif CPCS Tri Okta S.K. saat menjabarkan mengenai hasil survei terbarunya di Jakarta, Rabu (20/10/2021).

Menurut Okta, naiknya elektabilitas Demokrat tidak lepas dari positioning sebagai partai oposisi dan keberhasilannya memanfaatkan kekurangan pemerintah dalam sejumlah kebijakan.
Gelombang kritik dari masyarakat selama ini terus mengalir, menyikapi berbagai kebijakan pemerintah yang dianggap kurang memuaskan publik.

Selain itu, para elit Demokrat juga menggunakan isu perpecahan internal di antara kader-kadernya dengan menuding adanya campur tangan istana.

Baca juga: Hasil Survei: 36,9 Responden Tak Puas Proses Pelayanan Vaksinasi yang Tak Teratur

Belakangan, kata dia, Yusril Ihza Mahendra yang berada di barisan Jokowi mendampingi sejumlah kader Demokrat yang dipecat untuk mengajukan gugatan terhadap AD/ART Demokrat ke Mahkamah Agung.

“Kenaikan elektabilitas Demokrat juga membuat kompetisi parpol-parpol papan atas makin dinamis,” lanjut Okta.
Dia menjelaskan, meskipun unggul, PDIP cenderung turun dan kini elektabilitasnya 17,4 persen atau di bawah 20 persen.

Berikutnya Gerindra 13,3 persen, dan Golkar yang membuntuti Demokrat sebesar 8,5 persen.

Pada papan tengah, selain PSI ada PKB (5,7 persen), Nasdem (3,9 persen), dan PPP (2,5 persen). PKS melorot menjadi 4,8 persen, dibayangi oleh Gelora yang mulai mengancam dengan meraih 1,0 persen.
Sementara itu Partai Ummat besutan Amien Rais mencapai 1,7 persen, mengungguli PAN yang hanya 1,3 persen.

Pada papan bawah ada Perindo (0,9 persen), Hanura (0,7 persen), PBB (0,5 persen), PKPI (0,4 persen), dan Berkarya (0,3 persen), sedangkan Garuda dan Masyumi Reborn nihil.

"Belakangan marak parpol-parpol baru, tetapi secara keseluruhan pemilih parpol lainnya hanya 0,9 persen. Sisanya menyatakan tidak tahu/tidak jawab sebanyak 20,6 persen," jelas dia.

Survei CPCS dilakukan pada 5-15 Oktober 2021, dengan jumlah responden 1200 orang mewakili seluruh provinsi di Indonesia. Survei dilakukan melalui wawancara tatap muka terhadap responden yang dipilih dengan metode multistage random sampling. Margin of error survei sebesar ±2,9 persen dan pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved