Breaking News:

Wali Kota Bekasi Usul Pembangunan ITF di DKI Jakarta Sebaiknya Dilakukan di Bantargebang

Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi memberikan usulan agar pembangunan fasilitas pengolahan sampah ITF sebaiknya dilakukan di Bantargebang.

Penulis: Yusuf Bachtiar | Editor: Wahyu Septiana
TribunJakarta.com/Yusuf Bachtiar
Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi di Stadion Patriot Candrabhaga Kota Bekasi Rahmat Effendi memberikan usulan agar pembangunan fasilitas pengolahan sampah ITF sebaiknya dilakukan di Bantargebang. 

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI SELATAN - Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi memberikan usulan agar pembangunan fasilitas pengolahan sampah Intermediate Treatment Facility (ITF) DKI Jakarta sebaiknya dilakukan di Bantargebang.

Rahmat mengatakan, pembangunan ITF di kawasan TPST Bantargebang jauh lebih efisien karena lahannya sudah dimiliki Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

"Iya kita terus minta supaya minimal pengurangan yang datang dan kedepan lebih menjanjikan untuk diolah menjadi teknologi terbarukan, toh ITF di mana mana belum jalan, mending di Bantargebang," kata Rahmat, Rabu (20/10/2021).

Disamping itu, pembangunan ITF di TPST Bantargebang akan sangat bermanfaat untuk mengurangi gunungan sampah yang saat ini kian menumpuk.

"Ya yang deket Ancol (IFT sunter) aja belum jadi, itukan harganya bisa dua atau tiga kali lipat ketimbang bikin di Bekasi (Bantargebang)," ucapnya.

 Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi di Stadion Patriot Candrabhaga Kota Bekasi.
 
 
 Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi di Stadion Patriot Candrabhaga Kota Bekasi.     (TRIBUNJAKARTA.COM/Yusuf Bachtiar)

Usulan ini lanjutan dia, sudah turut dimasukan ke dalam pembahasan kontrak kerja sama TPST Bantargebang dengan Provinsi DKI Jakarta.

"Tinggal tunggu komitmen pimpinan saja, kita lagi addendum, waktu pemanfaatannya mungkin nanti terus berjalan," ucapnya.

Baca juga: Perda Ketertiban Umum Segera Rampung, Penerima dan Pemberi Pengemis di Bekasi Bisa Kena Sanksi

Adapun tinggi gunung sampah di TPST Bantargebang telah melebihi maksimal, perluasan lahan untuk kebutuhan menampung sampah terus dilakukan jika pengelolaan sampah masih dengan metode landfil.

"Ya makanya sekarang banyak zona-zona itu dilandfil ditutup tanah artinya penggeseran untuk volume itu disesuikan untuk mengatur ketinggian tapi mereka (DKI) sudah menambah area 15 hektar untuk perluasan di TPST Bantargebang," jelas dia.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved