Breaking News:

Wali Kota Bekasi Usul Pembangunan ITF di DKI Jakarta Sebaiknya Dilakukan di Bantargebang

Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi memberikan usulan agar pembangunan fasilitas pengolahan sampah ITF sebaiknya dilakukan di Bantargebang.

Penulis: Yusuf Bachtiar | Editor: Wahyu Septiana
TribunJakarta.com/Yusuf Bachtiar
Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi di Stadion Patriot Candrabhaga Kota Bekasi Rahmat Effendi memberikan usulan agar pembangunan fasilitas pengolahan sampah ITF sebaiknya dilakukan di Bantargebang. 

Sebelumnya diberitakan, Pembangunan Fasilitas pengolahan sampah Intermediate Treatment Facility (ITF) Sunter, Jakarta Utara, molor dari target yang ditentukan.

Padahal, sebelumnya proyek yang sudah groundbreaking sejak Desember 2018 lalu itu ditargetkan bisa beroperasi pada tahun 2022.

Sejumlah ekskavator di TPST Bantargebang, Kota Bekasi, Jawa Barat, Selasa (23/6/2020).
Sejumlah ekskavator di TPST Bantargebang, Kota Bekasi, Jawa Barat, Selasa (23/6/2020). (TRIBUNJAKARTA.COM/Yusuf Bachtiar)

Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta, Ida Mahmudah menyebut ibu kota masih bergantung dengan Bantargebang untuk pembuangan sampah.

Kontrak tempat pengelolaan sampah terpadu (TPST) Bantargebang diketahui bakal berakhir pada bulan ini, Oktober 2021.

Tak tanggung-tanggung, ia menilai Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan disebutnya gagal.

"Masih sampai hari ini masih, ada program yang akan dibuat di tebet juga belum jalan masih butuh waktu. Jadi memang untuk sampah RPJMD gubernur sangat gagal lah," jelasnya di Gedung DPRD DKI, Selasa (5/10/2021).

Empat titik ITF yang direncanakan disebutnya belum jelas. Ia pun berharap agar ada titik terang perihal percepatan pembangunan ITF untuk mengurangi sampah di Ibu Kota.

Baca juga: Sepanjang 2021, Puluhan Manusia Silver Terjaring Razia Satpol Kota Bekasi

"Tapi kan untuk mengurangi sampah yang ada di Jakarta masih, karena ITF dan lain sebagainya belum selesai, mau tidak mau masih dibuang ke Bantargebang," ujarnya.

"Jauh sekali dari RPJMD ITF 4 titik sampai hari ini belum jelas, sudah ada pemenang yang seharusnya pemenang ini Jakarta Barat, Jakarta Utara kan memang sudah diputus oleh Jakpro. Jakarta Barat seharusnya juga sudah putus tapi justru sekarang diperpanjang sekarang ini sm Jakpro. Nah ini kan yang saya sayangkan, berarti kan memang pemenang yang lalu tidak berkualitas, tidak layak untuk dimenangkan," jelasnya. 

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved