Breaking News:

Cerita Kusmanadi Kembangkan Bisnis Kuliner di Tengah Pandemi, Kini Buka 6 Gerai Baru

Kusmanadi telah menekuni bisnisnya selama 10 tahun dan ia memulai usahanya dengan berjualan kaki lima di kawasan perkantoran Jakarta.

Editor: Yogi Jakarta
dok. Grab Indonesia
Kusmanadi kembangkan bisnis ayam taliwang di tengah pandemi covid-19, kini berhasil buka 6 gerai baru 

TRIBUNJAKARTA.COM -  Cerita  Kusmanadi pemilik restoran Ayam Taliwang Mbok Sutil di Jakarta meningkatkan peluang bisnis di tengah pandemi Covid-19

Kusmanadi telah menekuni bisnisnya selama 10 tahun dan ia memulai usahanya dengan berjualan kaki lima di kawasan perkantoran Jakarta.

“Awalnya saya jualan kaki lima saja di sekitar perkantoran dimana pada saat jam makan siang biasanya para pegawai kantor berjalan kaki ke tempat saya untuk membeli makan siang dan kembali ke kantor lagi,” ujar Kusmanadi pada Kamis (21/10).

Kusmanadi bahkan rajin mengikuti bazaar yang kerap dilakukan oleh perkantoran maupun instansi pemerintah.

Melalui bazaar ini, Ayam Taliwang Mbok Sutil miliknya pun mulai banyak dikenal para konsumen. 

Hampir 10 tahun Kusmanadi fokus berjualan secara offline, akan tetapi bisnisnya sempat turun drastis pada bulan Maret 2020 karena pandemi dan ia tidak bisa berjualan lagi.

Baca juga: Dirilis Bertahap, Hasil SKD CPNS 2021 Kemungkinan Diumumkan Bulan November

Ia pun akhirnya memberanikan diri untuk mencoba masuk ke ranah digital melalui Grab setelah melihat rekannya yang di tengah pandemi tetap bisa berjualan dan mendapatkan pemasukan walaupun restorannya tidak bisa melayani pelanggan secara langsung. 

Kusmanadi pun langsung merasakan manfaat dari kemajuan digital dan menggunakan banyak perangkat pemasaran yang ditawarkan oleh Grab.

Konsumennya pun yang tadinya hanya di sekitar tempatnya berjualan, sekarang menjadi lebih luas lagi.

Semenjak saat itu pula, bisnis Kusmanadi mulai banyak mendapatkan pesanan dari sektor pemerintahan seperti BUMN, Balai Kota DKI Jakarta, dan kantor Kementerian untuk keperluan rapat dan juga makan siang pegawai.

“Memang pesanannya tidak setiap hari karena pada saat pandemi banyak kantor yang juga menerapkan sistem WFH, tetapi saya sangat terbantu dengan pesanan yang dilakukan oleh para instansi pemerintah ini karena biasanya mereka memesan dalam jumlah yang banyak dimana satu pesanan bisa mencapai 45-50 porsi dan pesanan seperti ini bisa 3-4 kali seminggu,” jelas Kusmanadi. 

Baca juga: Museum Macan Kembali Buka 26 Oktober, Cek Sederet Pamerannya

Manfaat yang dirasakan dari Grab bukan hanya ia bisa kembali berjualan tetapi saat ini ia berhasil melebarkan usahanya dengan membuka 6 cabang baru yang memang difokuskan pada penjualan online untuk melayani konsumen dan juga instansi pemerintah yang kerap memesan lewat Portal Bela Pengadaan.  

Portal Bela Pengadaan merupakan wujud nyata dalam mendukung sektor UMKM sekaligus mendukung keberlangsungan usaha UMKM di tengah pandemi, agar mereka bisa terus bertahan dan berkembang serta mempercepat transformasi digital.  

Hingga saat ini, lebih dari 100 badan pemerintahan tingkat Kementerian Pusat sampai dengan Pemerintah Daerah telah aktif menggunakan layanan dan produk UMKM dan mitra merchant Grab melalui Portal Bela Pengadaan, baik dari pemerintah pusat maupun daerah.  

“Kami harap bisa terus memberikan solusi bagi para pelaku UMKM untuk bisa bertahan dan melebarkan bisnisnya sekaligus merasakan manfaat yang luar biasa dari kemajuan teknologi,” tutup Roy Nugroho, Director of Grab for Business, Grab Indonesia.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved