Breaking News:

Ditangkap, Penjual Surat Izin Operasional Palsu Sasar Operator Alat Berat di Pelabuhan Tanjung Priok

Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Priok membekuk pelaku pemalsuan SIO yang kerap menawarkan jasanya kepada operator alat berat.

ISTIMEWA
Ilustrasi tahanan. Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Priok membekuk pelaku pemalsuan Surat Izin Operasional (SIO) yang kerap menawarkan jasanya kepada operator alat berat. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Gerald Leonardo Agustino

TRIBUNJAKARTA.COM, TANJUNG PRIOK - Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Priok membekuk pelaku pemalsuan Surat Izin Operasional (SIO) yang kerap menawarkan jasanya kepada operator alat berat.

Pelaku, RAH (25), ditangkap pada Senin (18/10/2021) lalu setelah kerap kali menjual SIO palsu kepada operator alat berat di Pelabuhan Tanjung Priok.

Kanit 3 Krimsus Polres Pelabuhan Tanjung Priok Iptu Wan Deni Ramona menjelaskan, penangkapan terhadap RAH berjalan setelah polisi mendalami banyaknya Kecelakaan Kerja selama tahun 2021 di Pelabuhan Tanjung Priok.

"Itu mengindikasikan bahwa operator ini mungkin kurang cakap, tidak compatible dalam menjalankan operator, kemudian didukung juga informasi terkait beredarnya SIO palsu," papar Deni di kantornya, Kamis (21/1/2021).

Pelaku RAH menawarkan SIO palsu, khususnya untuk operator forklift, lewat akun Facebook-nya.

Baca juga: Detik-detik Menegangkan Korban Pencurian Mobil Pajero di Bekasi Diancam Pakai Senjata Tajam

Ia bekerja seorang diri dengan peralatan seperti komputer, printer, dan alat-alat pendukung lainnya.

Saat mendapati informasi terkait peredaran SIO palsu di pelabuhan, tim langsung bergerak lewat patroli siber.

Polisi menangkap pelaku pemalsuan SIO di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara.
Polisi menangkap pelaku pemalsuan SIO di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara. (TribunJakarta.com/Gerald Leonardo Agustino)

"Sasarannya kepada operator, seperti di pelabuhan, operator forklift, operator crane, dan tenaga kerja lainnya. Dia menawarkan lewat akun Facebook, menawarkan bisa membantu pembuatan dokumen ataupun SIO," kata Deni.

Baca juga: Otak Pencurian Uang Modus Padamkan Listrik Mesin ATM di Depok Masih Buron

Undercover buying pun dijalankan sebagai metode penangkapan RAH.

Polisi membeli SIO yang dihargai Rp 200.000 yang awalnya dikirimkan dengan ojek online.

Setelah memastikan SIO khusus forklift tersebut palsu, polisi mengajak RAH bertemu untuk melakukan pembayaran.

RAH akhirnya ditangkap di kawasan Bekasi, Jawa Barat, serta digiring ke Mapolres Pelabuhan Tanjung Priok.

Pelaku dijerat pasal 263 KUHP tentang pemalsuan dokumen.

Kini ia terancam hukuman 6 tahun penjara.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved