Breaking News:

Persija Jakarta

Laga Liga 1 2021 Arema FC Lawan Persija Jakarta Jadi Sorotan, Apa Yang akan Dilakukan PSSI?

Laga Liga 1 2021 antara Arema FC melawan Persija Jakarta menjadi sorotan, lalu apa tindakan PSSI?

Editor: Suharno
LigaIndonesiaBaru.com
Laga Liga 1 2021 Arema FC vs Persija Jakarta jadi sorotan, apa yang akan dilakukan PSSI. 

Striker andalan Timnas itu dinilai diving karena terjatuh saat duel dengan pemain Persija.

Paling menjadi sorotan, yaitu saat gol Marko Simic dianulir.

Striker Persija Jakarta awalnya berhasil mencetak gol di masa injury time, tapi dia dianggap melakukan pelanggaran ke kiper Arema FC, sehingga golnya tidak disahkan.

4. Kalteng Putra versus PSBS

Ada tendangan ke arah badan pemain Kalteng Putra.

Namun, wasit hanya memberikan kartu kuning.

Padahal tendangan Kungfu pemain PSBS bisa berbahaya terhadap karier pemain lawan.

5. Rans Cilegon versus Badak Lampung

Dalam tayangan ulang terlihat pemain Badak Lampung tidak menyentuh bola di kotak terlarang.

Namun, wasit justru memberikan penalti ke Rans Cilegon.

6. Kartu merah Irsyad Maulana (Borneo FC versus Persita)

Dalam laga Borneo vs Persita di Stadion Pakansari, Bogor, Sabtu (2/10/2021), ada satu keputusan wasit Iwan Sukoco yang disorot.

Pada menit ke-44 sang pengadil mengeluarkan kartu merah tidak langsung untuk pemain Persita Irsyad Maulana, yang dianggap melakukan diving di daerah pertahanan Borneo.

Padahal, dalam tayangan ulang, Irsyad Maulana sejatinya benar-benar dilanggar. Nuriddin Davronov yang melakukan tekel pun mengisyaratkan bahwa dia benar melanggar Irsyad.

Terkait enam kejadian itu, Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan, telah menugaskan Ahmad Riyadh selaku Ketua Komite Wasit untuk melakukan evaluasi.

Ahmad Riyadh pun mengaku sudah menyiapkan sejumlah sanksi jika wasit yang bersangkutan terbukti mengambil keputusan yang salah.

Misalnya, wasit yang terbukti melakukan kesalahan kategori sedang akan diistirahatkan selama beberapa laga.

Kemudian wasit yang melakukan kesalahan berat akan diturunkan menjadi wasit Liga 2.

Ada pun wasit yang melakukan kesalahan fatal terancam diberhentikan dari jabatannya.

"Kesalahan fatal ini jika tindakan wasit ini bisa mengubah pertandingan. Misal seharusnya kedudukan 1-1, tetapi karena kesalahan wasit bisa menjadi 2-1," kata Riyadh.

"PSSI ingin agar semua wasit yang bertugas di Liga 1 dan 2 lebih fokus sehingga tidak ada kesalahan elementer yang kemudian menjadi respons negatif dari klub, netizen, sponsor, bahkan pemerintah," ujarnya.

Riyadh pun memastikan jika sanksi yang diberikan itu akan mengacu pada aturan dari FIFA, AFC, dan AFF.

"Kalau human error, itu bisa dibina. Kecuali jika ditemukan indikasi match fixing atau kesalahan fatal lainnya. Nanti tunggu saja investigasi yang kami lakukan," jelas Riyadh.

Sumber: BolaSport.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved