Breaking News:

Museum Macan Kembali Buka 26 Oktober, Cek Sederet Pamerannya

Aaron menjelaskan, selama bulan November 2021, Museum MACAN akan mempersembahkan rangkaian program publik yang menarik.

Instagram.com/museummacan/
Museum Macan 

TRIBUNJAKARTA.COM - Museum of Modern and Contemporary Art in Nusantara (Museum Seni Modern dan Kontemporer di Nusantara atau Museum MACAN) kembali dibuka mulai 26 Oktober 2021. 

Selama bulan November 2021, Museum MACAN akan mempersembahkan rangkaian program publik yang menarik, diantaranya percakapan dengan para seniman akan praktik artistik dan isu sosial yang sedang berkembang melalui sesi wicara seniman, ruang baca, presentasi, dan diskusi.

"Dibuka empat tahun lalu, kami bermimpi untuk membawa standar yang baru terhadap perkembangan seni rupa di Jakarta dan ingin menjadi yang terdepan untuk museum seni modern dan kontemporer di Indonesia," terang Aaron Seeto, Director, Museum MACAN pada Kamis (21/10).

Aaron menjelaskan, selama bulan November 2021, Museum MACAN akan mempersembahkan rangkaian program
publik yang menarik, diantaranya percakapan dengan para seniman akan praktik artistik dan isu sosial yang sedang berkembang melalui sesi wicara seniman, ruang baca, presentasi, dan diskusi.

Ilustrasi Museum Macan
Ilustrasi Museum Macan (Museum Macan)

Sebagai bagian dari perayaan hari jadi dan pembukaan kembali museum untuk publik, pameran 'Melati Suryodarmo: Why Let the Chicken Run?' akan menyambut pekan terakhirnya di Museum MACAN.

Seniman performans kelas dunia Melati Suryodarmo akan mempersembahkan sejumlah pertunjukannya yang terkenal dengan durasi yang panjang, diantaranya ’Kleidungsaffe’, ‘Transaction of Hollows’, dan ’The Blackball’. 

Selain itu, Museum MACAN juga akan menampilkan koleksinya lewat karya-karya dari sejumlah seniman
penting dari seluruh dunia, di antaranya Christine Ay Tjoe, David Hockney, Jeihan, Juan Munoz, dan Mark Bradford, dimana sejumlah karya akan menjadi penampilan perdananya di Indonesia.

"Koleksi pada pameran ini merefleksikan ide mendalam akan lingkungan domestik, termasuk pengalaman-pengalaman isolasi mandiri, kreativitas, dan ekspresi spiritual," papar Aaron.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved