Breaking News:

Bongkar 14 Kasus Narkoba, Polres Jakarta Barat Sita Ganja 299 kg dan Sabu 27,1 kg

Satres Narkoba Polres Metro Jakarta Barat mengungkap sebanyak 14 kasus narkoba dengan total barang sitaan ganja seberat 299 kg dan Sabu 27,1 kg.

TribunJakarta.com/Satrio Sarwo Trengginas
Konferensi pers pengungkapan kasus narkoba jenis sabu dan ganja di Polres Jakarta Barat pada Jumat (22/10/2021). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Satrio Sarwo Trengginas

TRIBUNJAKARTA.COM, PALMERAH - Satres Narkoba Polres Metro Jakarta Barat mengungkap sebanyak 14 kasus narkoba dengan total barang sitaan ganja seberat 299 kg dan Sabu 27,1 kg.

Polisi juga berhasil menangkap sebanyak 18 tersangka kasus tersebut.

Pengungkapan kasus itu berlangsung di Kantor Polres Metro Jakarta Barat, Kembangan, Jakarta Barat pada Jumat (22/10/2021).

Kapolres Jakarta Barat, Kombes Pol Ady Wibowo mengatakan pengiriman narkoba dibawa dengan dua modus.

Melalui jalur darat dengan menggunakan bus AKAP (Antar Kota Antar Provinsi) dan Jalur Ekspedisi.

Sebanyak 14 kasus itu berhasil diungkap dalam kurun waktu akhir Juli sampai Oktober 2021.

Baca juga: Lapas Tangerang Disidak Pasca-kebakaran Maut, Hasilnya Berbagai Sajam hingga Napi Positif Narkoba

Baca juga: Sindikat Pengedar Narkoba Bermodus Tempel Ditangkap, 15 Kg Ganja di Dus Air Mineral Disita

Pihak Kepolisian mengungkap kasus peredaran gelap itu di wilayah Tangerang, Bogor, Kemayoran, Tangerang Selatan, Menteng, Malang, Jagakarsa, Bekasi dan Bukit Tinggi.

"Penindakan ini tidak kita lakukan sendiri. Kita mendapatkan dukungan dari stakeholder dan masyarakat," ungkap Kombes Ady saat konferensi pers.

Konferensi pers pengungkapan kasus narkoba jenis sabu dan ganja di Polres Jakarta Barat pada Jumat (22/10/2021).
Konferensi pers pengungkapan kasus narkoba jenis sabu dan ganja di Polres Jakarta Barat pada Jumat (22/10/2021). (TribunJakarta.com/Satrio Sarwo Trengginas)

Ady melanjutkan barang-barang sitaan itu tidak semua dimusnahkan.

Sebagian dibawa ke pusat laboratorium forensik untuk mengetahui kandungan narkoba.

"Sebagian kita sisihkan untuk dimusnahkan dan sebagian lagi untuk disidangkan di pengadilan," tambahnya.

Ady mengatakan bila diakumulasikan di pasar gelap transaksi narkoba itu bernilai Rp 34 miliar dan daya rusak kepada masyarakat sebesar 1,3 juta jiwa.

Para tersangka akan dijerat dengan Pasal 114 ayat 2, sub Pasal 113 ayat 2, sub Pasal 112 ayat 2, sub Pasal 111 ayat 2 juncto Pasal 132 ayat 1, UU RI No 35 tahun 2009 tentang narkotika.

Dengan ancaman pidana penjara seumur hidup atau paling singkat 6 tahun sampai paling lama 20 tahun dan denda maksimal Rp 10 miliar.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved