Breaking News:

DKI dan Bekasi Perpanjang Kontrak TPST Bantargebabng, Pejabatnya Enggan Buka Nominal

embahasan perpanjangan kontrak kerja sama TPST Bantargebang segera rampung, Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi belum mau blak-blakan soal nilai

Penulis: Yusuf Bachtiar | Editor: Jaisy Rahman Tohir
TRIBUNJAKARTA.COM/YUSUF BACHTIAR
TPA Sumur Batu di Kecamatan Bantargebang, milik Pemerintah Kota Bekasi. 

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI SELATAN - Pembahasan perpanjangan kontrak kerja sama TPST Bantargebang segera rampung, Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi belum mau blak-blakan soal nilai kesepakatan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (LH) Kota Bekasi, Yayan Yuliana, mengatakan, pihaknya memastikan proses pembahasan terus berprogres antara Pemkot Bekasi dan Pemeritah Provinsi atau Pemprov DKI Jakarta.

"Itu sedang dibahas intens, mungkin dalam waktu dekat (pembahasan rampung), iya (target bulan ini) mudah-mudahan, kita lagi bahasan materi-materinya," kata Yayan kepada wartawan, Kamis (21/10/2021).

Ketika ditanya soal nilai kontrak kerja sama yang baru, Yayan mengaku, belum dapat memberitahukan secara detail rinciannya karena masih dalam proses pembahasan.

"Saya no comment ya (soal nilai), yang jelas sedang ada pembahasan," ucapnya.

Menurut dia, salah satu materi kontrak kerja sama yang diusulkan Pemkot Bekasi dan sudah diterima, yakni penambahan jumlah warga penerima kompensasi bau.

Tetapi, usulan dan materi lain dalam kontrak kerja sama TPST Bantargebang sebagian masih dibahasan.

"Yaaa udah deal sih (soal penambahan penerima kompensasi bau) kan yang namanya perjanjian ada beberapa pasal bukan hanya masalah itu saja," ucapnya.

Baca juga: Jakarta Bayar Lebih Besar Kompensasi Bau untuk TPST Bantargebang, Nilai Kontrak Baru Belum Keluar

Adapun kontrak kerja sama TPST Bantargebang berakhir Oktober 2021 ini, Pemkot Bekasi dan DKI Jakarta tengah melakukan pembahasan perpanjangan untuk jangka waktu lima tahun kedepan.

Kerja sama TPST Bantargebang meliputi penanggulangan dampak pencemaran lingkungan, lalu kesehatan, pendidikan, kesejahteraan serta infrastruktur.

Selain itu, terdapat juga nilai kontrak kerja sama yang dihitung berdasarkan volume sampah DKI Jakarta ke TPST Bantargebang atau disebut tipping fee.

Pada perjanjian sebelumnya, nilai kontrak kerja sama yang diberikan DKI Jakarta ke Pemkot Bekasi mencapai Rp385 miliar per tahun.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved