Cerita Kriminal

Enak Benar 2 Kali Nikah Pakai Dana Desa Hingga Kurang Puas Main Dukun, Kini Masuk Bui

Aksi seorang mantan Kepala Desa atau Kades Kepandean, Kecamatan Ciruas, Kabupaten Serang, banten, bikin geleng-geleng kepala

Istimewa via tribunnews
Ilustrasi koruptor 

TRIBUNJAKARTA.COM - Aksi seorang mantan Kepala Desa atau Kades Kepandean, Kecamatan Ciruas, Kabupaten Serang, banten, bikin geleng-geleng kepala.

Uang ratusan juta dari dana desa digunakan untuk memenuhi nafsunya sendiri.

Yusro namanya, pria 44 tahun itu mengorupsi dana desa tahun 2016-2018 sebesar Rp 695 juta untuk dua kali menikah.

Sebanyak Rp 150 juta di antaranya dibawa ke dukun untuk digandakan.

Kasat Reskrim Polres Serang, AKP David Adhi Kusuma, memberikan konfirmasi.

"Menurut pengakuan tersangka seperti itu (untuk biaya nikah dan penggandaan uang)," kata David, Kamis (21/10/2021).

Cair Lewat Bendahara

David membeberkan cara Yusro mendapatkan dana desa ratusan juta rupiah tersebut adalah lewat Bendahara Desa.

Modus pencairannya ada dua, yakni untuk pembangunan infrastruktur desa dan yang untuk tunjangan pegawai.

Tentu keduanya hanya kamuflase belaka, dan tidak pernah dijalankan.

Untuk diketahui, pada tahun 2016, Desa Kepandean mendapatkan alokasi dana desa sebesar Rp 936.864.100.

Namun, direalisasikan oleh pihak desa sebesar Rp 653.088.527. Pada tahun 2017 Desa Kepandean kembali menerima anggaran dari pemerintah sebesar Rp 823.823.900, di mana dana yang terealisasi sebesar Rp 411.940.473.

Baca juga: Ini Sosok Calon Anggota DPRD DKI Pengganti Viani yang Dipecat PSI Gegara Dituding Korupsi Dana Reses

"Pada tanggal 31 Juli 2018, saldo rekening BJB kas desa sisa Rp 75.384.765 yang seharunya saldo di dalam rekening tersebut sebesar Rp 722.044.119. 

Jadi, ada selisih sebesar Rp 646.659.354 yang tidak ada pada rekening," ujar David.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved