Breaking News:

Cerita Kriminal

Enak Benar 2 Kali Nikah Pakai Dana Desa Hingga Kurang Puas Main Dukun, Kini Masuk Bui

Aksi seorang mantan Kepala Desa atau Kades Kepandean, Kecamatan Ciruas, Kabupaten Serang, banten, bikin geleng-geleng kepala

Istimewa via tribunnews
Ilustrasi koruptor 

Untuk diketahui, pada tahun 2016, Desa Kepandean mendapatkan alokasi dana desa sebesar Rp 936.864.100.

Namun, direalisasikan oleh pihak desa sebesar Rp 653.088.527. Pada tahun 2017 Desa Kepandean kembali menerima anggaran dari pemerintah sebesar Rp 823.823.900, di mana dana yang terealisasi sebesar Rp 411.940.473.

Baca juga: Ini Sosok Calon Anggota DPRD DKI Pengganti Viani yang Dipecat PSI Gegara Dituding Korupsi Dana Reses

"Pada tanggal 31 Juli 2018, saldo rekening BJB kas desa sisa Rp 75.384.765 yang seharunya saldo di dalam rekening tersebut sebesar Rp 722.044.119. 

Jadi, ada selisih sebesar Rp 646.659.354 yang tidak ada pada rekening," ujar David.

Pengakuan Yusro

Yusro yang menjabat sebagai kepala desa sejak tahun 2012 hingga 2018 itu mengakui bahwa uang hasil korupsi dipergunakan untuk biaya dua kali nikah.

Namun, bahtra rumah tangganya tidak langgeng.

"Nikahnya dua kali, tapi engga (langgeng)," kata Yusro.

Terkait pencarian uang, Yusro mengaku memerintahkan bendahara desa untuk mencairkan uang menggunakan cek yang ditandatanganinya.

Namun, bendahara tidak mengetahui uang itu dikuasai oleh Yusro.

Baca juga: Dugaan Kasus Korupsi Dana Hibah Pilkada 2020, KPU RI Surati KPU Tanjabtim

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved