Breaking News:

Nekat Jadi Kurir Sabu Selama 2 Tahun, Ibu 3 Anak Dibayar Rp 200 Ribu untuk Bayaran Sekolah

Seorang ibu anak tiga nekat jadi kurir narkotika jenis sabu selama dua tahun di bilangan Serang, Banten, karena terjepit ekonomi.

Penulis: Ega Alfreda | Editor: Wahyu Septiana
TRIBUNJAKARTA.COM/EGA ALFREDA
Polresta Tangerang mengungkap belasan puluhan kasus narkotika, satu diantaranya kurir perempuan 44 tahun yang nekat untuk biaya sekolah ketiga anaknya, Jumat (22/10/2021). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda

TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG - Seorang ibu anak tiga nekat jadi kurir narkotika jenis sabu selama dua tahun di Banten.

Adalah WBR seorang ibu berusia 44 tahun yang berprofesi sebagai kurir sabu di bilangan Serang, Banten, karena terjepit ekonomi.

Kapolresta Tangerang, Kombes Pol Wahyu Sri Bintoro menjelaskan, dua tahun dijalani sebagai kurir barang haram tersebut untuk biaya hidup dan sekolah ketiga anaknya.

"WBR ini selama dua tahun sudah jadi kurir sabu. Alasannya untuk penuhi biaya sekolah ketiga anaknya," papar Wahyu di Mapolresta Tangerang, Jumat (22/10/2021).

"Wilayah edarnya hanya sebatas Serang saja," tambah dia.

Polresta Tangerang mengungkap belasan puluhan kasus narkotika, satu diantaranya kurir perempuan 44 tahun yang nekat untuk biaya sekolah ketiga anaknya, Jumat (22/10/2021).
Polresta Tangerang mengungkap belasan puluhan kasus narkotika, satu diantaranya kurir perempuan 44 tahun yang nekat untuk biaya sekolah ketiga anaknya, Jumat (22/10/2021). (TRIBUNJAKARTA.COM/EGA ALFREDA)

WBR sendiri diamankan di Serang hasil pengembangan dari pelaku lain yang sebelumnya diamankan terlebih dahulu.

Parahnya lagi, tersanga merupakan kurir sabu jaringan Lapas Cipinang dan Serang.

Baca juga: Bongkar 14 Kasus Narkoba, Polres Jakarta Barat Sita Ganja 299 kg dan Sabu 27,1 kg

"Dari hasil pemeriksaan, pelaku yang merupakan kurir ini diketahui dikendalikan dari lapas, dia ambil atau beli barang narkotika itu dari salah satu orang yang ada di dalam Lapas," beber Wahyu.

Sekali berhasil melakukan transaksi, WBR diberi upah sebesar Rp 200 hingga 500 ribu.

"Untung WBP sekitar Rp 200 ribu, dan itu untuk biaya sekolah anak," sambung dia.

Dari tangan pelaku, polisi mengamankan total 19,66 gram sabu-sabu yang disimpan dalam klip bening siap edar.

Baca juga: Dalih Guru Honorer & Kuli Bangunan Edarkan Sabu, Dibungkus Teh Tiongkok Pakai Sistem Tempel

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, WBR disangkakan pasal 114, 112, 111 tentang narkotika dengan ancaman hukuman lima sampai 20 tahun penjara.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved