Bongkar Penipuan Modus Black Dollar, Begini Pesan Polisi Buat Warga Saat Transaksi di Medsos

Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Pol Azis Andriansyah mengimbau masyarakat berhati-hati ketika bertransaksi di medsos. Berkaca kasus black dollar

freepik.com
Ilustrasi uang. Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Pol Azis Andriansyah mengimbau masyarakat lebih berhati-hati ketika bertransaksi di media sosial. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Annas Furqon Hakim

TRIBUNJAKARTA.COM, KEBAYORAN BARU - Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Pol Azis Andriansyah mengimbau masyarakat lebih berhati-hati ketika bertransaksi di media sosial.

Imbauan itu disampaikan menyusul terbongkarnya kasus penipuan dengan modus menjual Black Dollar yang melibatkan warga negara asing (WNA) asal Nigeria.

"Dengan adanya peristiwa (penipuan tersebut, tentu kita memberikan imbauan kepada masyarakat jangan terlalu percaya dengan apa yang ada di media sosial," kata Azis kepada wartawan di Polres Metro Jakarta Selatan, Senin (25/10/2021).

Azis meminta masyarakat melakukan kroscek secara berulang untuk menghidari penipuan.

Sebab, menurut dia, apa yang ditawarkan di media sosial belum tentu sesuai dengan yang diharapkan.

"Identitasnya A, bisa jadi belakangnya B. Tawarannya sesuatu hal yang nyata, ternyata itu penipuan," tutur Azis.

Baca juga: Penipuan Kelas Internasional WN Nigeria, Modus Jualan Black Dollar Sasar Korban Asal Asia

"Semua warga masyarakat yang menggunakan media sosial sebagai media interaksi satu sama lain sebaiknya di kroscek ulang agar tidak menjadi korban penipuan," tambahnya.

Sebelumnya, jajaran Satreskrim Polres Metro Jakarta Selatan menangkap WNA asal Nigeria berinisial MA (30) yang menipu korbannya dengan modus menjual Black Dollar.

Foto para pelaku penipuan dengan modus menjual black dollar saat ditampilkan dalam jumpa pers di Polres Metro Jakarta Selatan, Senin (25/10/2021).
Foto para pelaku penipuan dengan modus menjual black dollar saat ditampilkan dalam jumpa pers di Polres Metro Jakarta Selatan, Senin (25/10/2021). (TribunJakarta.com/Annas Furqon Hakim)

"Yang bersangkutan mencari peluang bisnis, kemudian ada salah satu jaringan komunikasi media sosial yang menawarkan peluang bisnis yaitu sebuah paket yang berisi diduga Black Dollar," kata Azis.

WNA asal Nigeria tersebut kemudian mencari korbannya melalui media sosial. Ia menawarkan Black Dollar kepada korban.

"Dia menawarkan kepada korban bahwa black dollar ini datang dari negara asing yang bisa diseludupkan ke Indonesia," ungkap Azis.

Baca juga: Terulang, Praktik Dugaan Penipuan Calo Tenaga Kontrak Pemkot Bekasi Bertarif Puluhan Juta

Setelahnya, lanjut Azis, tersangka menawarkan paket sebanyak USD 185 ribu.

Korban pun diminta mentransfer uang ke rekening tersangka untuk bisa mendapatkan black dollar tersebut.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved