Warga Koja Keracunan Rice Box PSI

Keracunan Rice Box PSI, Cerita Warga Koja Mual & Muntah Setelah 4 Jam Makan

Sebanyak 23 warga RW 06 Koja, Jakarta Utara, muntah hingga diare usai menyantap rice box pemberian PSI, Minggu (24/10/2021) kemarin.

Tayang:
TribunJakarta.com/Gerald Leonardo Agustino
Salamah (59), warga RW 06 Kelurahan Koja, Kecamatan Koja, Jakarta Utara, yang keracunan nasi boks PSI. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Gerald Leonardo Agustino

TRIBUNJAKARTA.COM, KOJA - Sebanyak 23 warga RW 06 Kelurahan Koja, Kecamatan Koja, Jakarta Utara, muntah hingga diare usai menyantap rice box pemberian Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Minggu (24/10/2021) kemarin.

Gejala kesehatan ini dialami para warga korban keracunan berjam-jam setelah menyantap hidangan nasi boks tersebut.

Salamah (59), salah seorang warga menyatakan, nasi boks tersebut diberikan kepadanya sekitar pukul 16.00 WIB kemarin sore.

Salamah yang sedang berada di kediamannya diminta memakai masker saat beberapa petugas PSI membagikan nasi boks tersebut.

"Saya disuruh pakai masker, terus saya dikasih nasi. Dikasih orang partai PSI," ucap Salamah di lokasi, Senin (25/10/2021).

Baca juga: Makan di Acara Hajatan, Belasan Warga Kota Tangerang Diduga Keracunan Makanan

Salamah menyantap nasi boks tersebut sekitar pukul 17.00 WIB.

Ia baru merasakan gejala keracunan makanan empat jam setelahnya.

Seingat dia, rice box tersebut berisi nasi putih, sayur buncis, dan lauk berupa tahu, tempe, serta telur.

"Berasanya mah udah malam jam 9. Berasanya mual, pusing, muntah. Makan jam 5, kerasanya jam 9. Itu isinya telur, tempe, buncis, kemangi, sama selada," kata Salamah.

Baca juga: Makan Buah Kecubung, Anak 13 Tahun Meninggal Keracunan, Temannya Mabuk Berat

Selepas dirinya muntah-muntah, Salamah lalu dibawa ke RSUD Koja untuk menjalani pemeriksaan kesehatan.

Kini, ia masih merasakan pusing-pusing meskipun sudah tak lagi mual maupun muntah.

"Saya kemarin diambil darah, cek jantung. Sekarang masih agak puyeng dikit," ucap Salamah.

Anah (49), warga lainnya mengatakan, rice box dengan logo PSI yang diterimanya terlihat seperti nasi boks pada umumnya.

Tak ada bau tidak sedap maupun rasa aneh dari nasi boks bertuliskan #RiceBoxPSI itu.

dirinya baru merasakan gejala pusing pada pukul 00.00 WIB dini hari tadi.

Rice box PSI yang dibagikan kepada warga RW 06 Kelurahan Koja, Koja, Jakarta Utara. 23 warga keracunan setelah mengonsumsi nasi boks tersebut Minggu (24/10/2021) kemarin.
Rice box PSI yang dibagikan kepada warga RW 06 Kelurahan Koja, Koja, Jakarta Utara. 23 warga keracunan setelah mengonsumsi nasi boks tersebut Minggu (24/10/2021) kemarin. (Gerald Leonardo Agustino/ Tribun Jakarta)

Awalnya Anah tak merasakan apapun karena suaminya yang juga menyantap nasi boks tersebut sehat-sehat saja.

Ia pun meminta diurut oleh sang suaminya hingga berujung muntah-muntah.

"Jadi nggak bisa tidur, ngadep sana sini sakit. Pas diurut perutnya, malah muntah jam 1.30 WIB," ucap Anah.

Masih pada malam tadi, Anah lalu mendapati bahwa tetangga-tetangganya yang lain ternyata mengalami gejala serupa.

"Sebelumnya kata ibu-ibu ada yang muntah. Tapi aku nggak ngerasa apa-apa pas sore, malemnya aja baru kerasa," ucap Anah.

Ketua RW 06 Kelurahan Koja, Suratman mengatakan, nasi boks atau rice box tersebut diberikan kepada 80 orang warganya kemarin sore.

Dari 80 orang yang menyantap hidangan nasi boks tersebut, 23 di antaranya mengalami keracunan.

Pada setiap boks makanan itu juga terdapat logo Partai Solidaritas Indonesia disertai dengan tulisan #RiceBoxPSI.

Suratman mengatakan, puluhan rice box tersebut diberikan oleh perwakilan PSI yang merupakan kenalan dari warga RW 06 Kelurahan Koja.

"Yang memberikan dari perorangan. Jadi warga saya punya teman, kegiatan sih nggak ada. Diberikan, diterima, akhirnya disalurkan ke RT/RW," ucap Suratman.

"Yang saya tahu iya, (dari PSI). Tapi ini musibah, yang penting nanti ada koordinasi," sambungnya.

Sumber: Tribun Jakarta
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved