Breaking News:

Antisipasi Virus Corona di Depok

Mulai Hari Ini, Masuk Area Kantor Pemerintah Kota Depok Wajib Scan Aplikasi PeduliLindungi

Sejak hari ini, Pemerintah Kota Depok mulai menerapkan penggunaan aplikasi PeduliLindungi bagi seluruh pegawai dan pengunjung balai kota

TribunJakarta.com/Dwi Putra Kesuma
Tempat Scan QR Code aplikasi PeduliLindungi untun memindai sertifikasi vaksin Covid019, di Kejaksaan Negeri Depok, Cilodong, Depok. Jawa Barat, Sabtu (9/10/2021). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dwi Putra Kesuma

TRIBUNJAKARTA.COM, PANCORAN MAS – Sejak hari ini, Pemerintah Kota Depok mulai menerapkan penggunaan aplikasi PeduliLindungi bagi seluruh pegawai dan pengunjung yang hendak memasuki area kantor pemerintahan di Jalan Raya Margonda, Pancoran Mas.

Wali Kota Depok, Mohammad Idris, mengatakan, aplikasi PeduliLindungi ini mampu melakukan skrining para pegawai dan pengunjung yang ada di area kantor pemerintahan.

Diterapkan secara bertahap, Idris mengatakan penerapan aplikasi ini berlaku di Gedung Balai Kota Depok untuk yang pertama.

Di area kantor Pemerintahan Kota Depok, aplikasi ini akan diterapkan secara bertahap, dan pertama di gedung Balai Kota Depok.

“Ini dilakukan untuk skrining terhadap semua pegawai dan pengunjung melalui aplikasi PeduliLindungi. Jadi semua masyarakat yang sudah divaksin, bisa scan disini,” ujar Idris dilansir dari situs resmi Pemerintah Kota Depok, Senin (25/10/2021).

Sementara itu, Wakil Wali Kota Depok, Imam Budi Hartono menambahkan, setelah di Gedung Balai Kota Depok, aplikasi ini nantinya akan diterapkan juga di Gedung Dibaleka dan Perpustakaan Kota Depok.

Ia berujar, aplikasi ini juga akan merekam jejak kesehatan masyarakat terkait Covid-19.

Baca juga: Pasar Tradisional di Kota Tangerang Mulai Terapkan Akses Aplikasi PeduliLindungi: Tidak Semudah Mal

Selain itu, aplikasi ini juga sebagai bukti untuk memvalidasi bahwa yang telah divaksinasi.

“Jadi ini supaya sehat semua, yang datang ke sini bagi seseorang yang sudah vaksin. Namun memang masih tetap dibatasi hanya 50 persen pengunjung,” pungkasnya.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved